Disperkim Klaim Tidak Lepas Tangan

189

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Rusaknya sejumlah taman di Kota Semarang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang mengklaim pihaknya tidak lepas tanggung jawab. Di sisi lain, pihaknya meminta kesadaran masyarakat untuk bisa merawat bersama taman-taman yang sudah dibangun Pemkot Semarang.

Kabid Pertamanan Disperkim Kota Semarang, Atik Nabila, mengatakan, pihaknya hingga kini terus melakukan peningkatan taman. Taman-taman seperti Taman Halmahera, Sentyaki, Wilis, hingga Taman Kedondong juga termasuk dalam jangkauan peningkatan pihaknya.

“Taman di Semarang kan banyak sekali, kami saat ini juga sedang giat-giatnya pembenahan taman-taman, butuh proses,” ujar Atik kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (27/8).

Selain itu, Atik membeberkan, Disperkim setidaknya merawat 20 taman yang telah di bangun sejak 2017 lalu. Ia mengklaim, pihaknya melakukan peningkatan secara bertahap satu per satu. Atik menjelaskan, taman yang ditanganinya merupakan taman yang kewenangannya sudah diserahkan ke dinas.

Selain itu, Atik mengharapkan partisipasi dari masyarakat untuk bersama-sama merawat taman yang berada di lingkungan tempat tinggalnya. Partisipasi yang dimulai dari hal-hal kecil seperti tidak merusak taman maupun mengambil fasilitas yang ada.

Kan ada beberapa taman yang tempat duduknya diambil, grill besi saluran air diambil, sampai lampu tamannya juga rusak. Intinya ini butuh kesadaran bersama,” terangnya.

Plt Kepala Disperkim Kota Semarang, Ali, menjelaskan pihaknya selain melakukan peningkatan taman yang ada, juga tengah dalam tahap pembangunan empat taman, yakni icon Kampung Pelangi, Jalur Bunga Kaligawe Genuk, hingga Bumi Perkemahan Gunungpati. “Untuk perawatan kami sudah mengusulkan di APBD Perubahan 2018, untuk dana swakelola peningkatan taman-taman,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tahun ini, Pemkot Semarang menargetkan sedikitnya 40 taman selesai dibangun. Namun ironisnya. Taman-taman yang sudah dibangun tak sedikit yang akhirnya mangkrak dan tidak terawat. Padahal anggaran yang dikucurkan mencapai puluhan miliar rupiah. Seperti

Taman Halmahera, Taman Sentyaki, Taman Bumi Rejo, Taman Citra Satwa Jalan Unta, Taman Kedondong, Taman Wilis, Taman Rejomulyo dan Taman Progo.(tsa/aro)