Unnes Laporkan Penyebar Isu Plagiasi

201

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Universitas Negeri Semarang (Unnes) melaporkan dugaan isu plagiasi yang beberapa waktu lalu menyerang Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman. Tindakan tegasi ni diambil oleh Kepala UPT Humas Unnes, Hendi Pratama ke Kepolisian Polda Jateng lantaran telah mencemarkan nama baik kampus dan Rektor Unnes. “Kami telah malorkan penulis blog berinisal ZA kepada pihak yang berwajib atas dugaan pencemaran nama baik Rektor  dan kampus Unnes kepada Polda Jateng,” kata Kepala UPT Humas, Hendi Pratama, Jumat (24/8) kemarin.

Ia menjelaskan, laporan kepada Za terkait dengan penulisan empat artikel di media online yang ditulis ZA pada tanggal 30 Juni 2018 menuduh bahwa Rektor Unnes melakukan plagiasi terhadap salah satu artikel mahasiswa bimbingannya yang berinisial AR pada tahun 2003. “Tuduhan ini tidak berdasar karena pemeriksaan yang dilakukan oleh tim investigasi Unnes yang dipimpin oleh Prof Dr Eddy Mungin Wibowo telah menerbitkan hasil bahwa tidak ada unsur plagiasi rektor terhadap artikel AR tahun 2003,”tambahnya.

Hasil tim investigasi tersebut diperkuat dengan surat pernyataan AR tanggal 9 April 2018 yang menyatakan bahwa dirinya meminjam draft artikel penelitian Fathur Rokhman dan menyatakan AR memohon maaf apabila hal tersebut telah menjadi permasalahan. “Laporan ini dilakukan karena ZA memproduksi artikel yang disebarkan melalui Facebook, Twitter dan Youtube yang menyebabkan kerugian bagi rektor secara pribadi maupun kelembagaan,” jelasnya.

Secara pribadi, lanjut Hendi, Fathur Rokhman merasa namanya telah tercemar sebagai seorang pribadi, kepala rumah tangga dan akademisi.  Bahkan diduga kabar yang dihembuskan ZA diduga menjadi salah satu faktor turunnya jumlah pendaftar Seleksi Mandiri (SM) Unnes pada tahun ini. “ZA dilaporkan karena diduga telah melanggar pasal 27 ayat 3 di Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” tegasnya.

Dirinya mengaku sangat menyesalkan artikel tersebut, pasalnya ZA dianggap menulis artikel yang menggunakan informasi sepihak dari Saratri Wilonoyudho yang juga menuduh Rektor Unnes plagiat tanpa bukti yang memadai. “Selain itu, Saratri akan segera dimintai keterangan oleh kepolisian dalam waktu dekat. Bukti-bukti bahwa Rektor Unnes tidak plagiat telah diserahkan kepada Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi 6 Juli lalu,” tambahnya. (den/aro)