Tinggalkan Mobil Dinas, Mirna Pilih Naik Vespa

Buka Bodri Culture Festival

580
TOURING : Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur memboncengkan Bupati Kendal, Mirna Annisa dengan motor vespa telur, Jumat (24/8). (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TOURING : Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur memboncengkan Bupati Kendal, Mirna Annisa dengan motor vespa telur, Jumat (24/8). (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL— Bodri Culture Festival yang deiselenggarakan oleh pihak Desa Magersari, Kecamatan Patebon diharapkan bisa menjadi agenda rutin yang bisa menarik wisatawan. Pembukaan festival dilakukan langsung oleh Bupati Kendal Mirna Annisa, Jumat (24/8).

Ada yang berbeda dalam perjalanan bupati menuju Desa Magersari. Bupati Mirna Annisa tidak memakai kendaraan dinas, tapi lebih memilih berboncengan dengan wakilnya, Masrur Masykur mengendarai vespa dan diiringi ratusan pemotor dari berbagai klub.

“Sudah lama tidak naik vespa, takut nanti motornya mogok di jalan, jadi milih dibonceng saja,” kata Mirna yang mengaku baru kali pertama dibonceng dengan vespa dan diiringi para pemotor.

Salah satu pemotor, Rinto dari komunitas motor vespa mengaku salut dengan sikap merakyat dari Bupati Kendal. “Saya salut, seorang kepala daerah mau naik motor vespa tua meskipun telah disediakan mobil dinas yang tentu lebih nyaman,” katanya.

Menurut Mirna, Bodri Culture Festival yang digelar di Desa Magersari, bisa menumbuhkan potensi ekononomi, kreativitas warga, serta sangat berpotensi untuk menjadi desa wisata.

“Sungai Bodri ini sangat berpotensi jadi wisata. Misalkan dibuat wisata susuri Kali Bodri atau memancing disediakan oleh-oleh khas produk UMKM dari warga sekitar. Tentunya akan sangat menarik. Nah desa bisa berkonsultasi dengan Dinas Pariwisata untuk membentuk desa wisata ini,” tandasnya.

Sementara Camat Patebon, Agoeng Boedi Tjahjono mengatakan festival budaya sungai Bodri ini merupakan yang pertama digelar oleh Desa Magersari. Memang kemasannya masih sangat sederhana, sehingga belum banyak UMKM dan kreativitas pemuda yang bisa terlibat dalam acara.

“Ke depan bisa dikemas lebih baik dengan melibatkan berbagai komunitas pemuda di Desa Magersari atau desa lainnya di Kecamatan Patebon. Sehingga potensi desa yang serumpun bisa nampak,” tandasnya. (bud/zal)