PIK Dorong Masyarakat Lebih Cerdas dan Mandiri

241
MERIAH : Pembukaan Pameran Inovasi dan Kreativitas Pembangunan Kota Pekalongan 2018 oleh Wali Kota Pekalongan H Saelany Mahfudz, Jumat (24/8) malam, berlangsung semarak. Salah satu penampilan yang memukau adalah tari Wohing Pakaryan Luhur. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
MERIAH : Pembukaan Pameran Inovasi dan Kreativitas Pembangunan Kota Pekalongan 2018 oleh Wali Kota Pekalongan H Saelany Mahfudz, Jumat (24/8) malam, berlangsung semarak. Salah satu penampilan yang memukau adalah tari Wohing Pakaryan Luhur. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Menyambut peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-23, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Badan Perencanaan Pembagunan Daerah (Bappeda) kembali menggelar Pameran Inovasi dan Kreativitas (PIK) Pembangunan Kota Pekalongan 2018. Acara yang digelar sangat meriah ini, bertujuan untuk mendorong kemajuan iptek dan inovasi masyarakat Kota Pekalongan menuju kemandirian dan kesejahteraan.

Dibuka Jumat (24/8) malam, tahun ini kembali digelar di Kantor Badan Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Eks Bakorwil, Jalan Diponegoro No 1 Wilayah VI Kawasan Jetayu Kota Pekalongan. Pameran Inovasi dan Kreativitas 2018 ini akan digelar selama empat hari mulai  hingga Senin (27/8). “Semoga acara ini bisa menginspirasi masyarakat dan bisa berdampak langsung, bagi kemandirian masyarakat Pekalongan,” seru wali kota.

Direktur Sistem Inovasi Menristek Dikti Orfitus Sumele, salut dengan penyelenggaraan pameran inovasi ini. “Pekalongan sudah bagus dalam giat inovasi. Mari kita sama-sama menaikkan daya saing daerah. Selamat kepada inovator yang ada pada kegiatan ini,” ucapnya.

Kepala Bappeda Kota Pekalongan, Anita Heru Kusumorini menambahkan, pada even kali ini telah disiapkan sebanyak 100 stand yang akan diisi oleh SKPD, perusahaan, LPM, dan BKM. Konsep pameran tahun ini dikemas berbeda, dengan tampilan outdoor dan rangkaian acara yang menarik.”Tahun ini kami gunakan lokasi yang berbeda, dengan konsep outdoor dengan inovasi di tiap-tiap stand,” tegasnya.

Event Organizer Pameran Inovasi, Ocha mengungkapkan bahwa pada pameran ini dikumpulkan sebanyak 200 siswa SMP sederajat untuk membuat ide Kota Pekalongan dalam ‘Impian dan Harapan’.”Banyak sajian yang akan ditampilkan di panggung pentas seperti teater, vocal group, musik kolaborasi, tarian anak TK dan SD, dan goroh-goroh punokawan,” jelasnya semangat.

Dibeberkan Ocha, rangkaian kegiatan dalam rangka Harteknas sebenarnya sudah dimulai sejak pertengahan Juli 2018, namun puncak acara pada even kali ini. Dengan rangkaian kegiatan seperti, pada Jumat (24/8) diselenggarakan kajian strategis pengembangan Konsorsium Batik Jawa Tengah di Ruang Amanda. Pada malam harinya pameran akan dibuka oleh Walikota Pekalongan dan Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristek Dikti.

Pada hari Sabtu (25/8) digelar Seminar Menangkap Peluang Usaha Bisnis Online Inovatif untuk menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Kota Pekalongan, di STMIK Widya Pratama. Bersamaan dengan kegiatan tersebut juga digelar Trauma Healing. Yang berbeda juga, pada pameran ini akan disajikan live musik dan tari difabel, demo alat pengolah limbah portabel untuk limbah batik, pengenalan satelit dalam komunikasi, dan spektakuler show taman pelangi.

“Saya yakin acara yang luar biasa ini akan membuat animo masyarakat meningkat,” pungkas Ocha. (han/adv/zal)