RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-DPRD meminta Pemprov Jateng fokus dalam memperhatikan jalan di perbatasan Jawa Tengah. Keberadaannya sangat penting mengingat menjadi penghubung utama untuk menuju provinsi lain. Untuk itu, jalan harus benar-benar bagus dan harus sudah dilebarkan sesuai dengan aturan di Pemprov Jateng. “Jalan perbatasan di Jateng harus fokus dibenahi. Karena itu akses utama ke provinsi lain,” kata Anggota Komisi D, Sarei Abdul Rosyid.

Pihaknya mengapresiasi proyek peningkatan Jalan Ngadirojo-Giriwoyo di Kabupaten Wonogiri. Mengingat lokasi tersebut di perbatasan wilayah tenggara Jawa Tengah yang berbatasan dengan Pacitan, Jawa Timur. “Kami berharap pengerjaannya tepat waktu. Jalur ini merupakan jalan daerah perbatasan sehingga harus selesai tepat waktu dan sudah selayaknya dilebarkan,” ungkapnya.

Proyek pengerjaan jalan yang sedang digarap tersebut sepanjang 3.143 meter. Terdiri atas jalan lapis selebar 6 meter sepanjang 850 meter dan perkerasan beton lebar 6 meter sepanjang 2.292 meter. Proyek didanai APBD Rp 11,4 miliar, dengan waktu pengerjaan 240 hari terhitung mulai 2 April dan selesai 27 November. “Tidak hanya disini, tapi jalur perbatasan di semua titik di Jateng harus dilebarkan sesuai aturan,” tambahnya.

Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi mengapresiasi prestasi yang dilakukan Pemprov Jateng di bidang infrastruktur. Terhitung sejak 2014-2017, Pemprov sudah membangun jalan provinsi sepanjang lebih dari 1.000 kilometer. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng mencatat, ada peningkatan jalan provinsi hingga 1569,294 kilometer. Rinciannya, pembetonan jalan sepanjang 364,735 kilometer dan overlay serta pelebaran jalan sepanjang 640,209 kilometer.

Angka itu meningkat dibanding tahun 2013 silam yang pembetonannya 202,941 kilometer. Sedangkan overlay dan pelebaran hanya mencakup 361,409 kilometer.  “Jika ditotal, peningkatan jalan provinsi pada era Ganjar Pranowo saja tembus 1007,944 kilometer. Jalan provinsi sudah dalam kondisi baik mencapai 88,92 persen dari total panjang jalan 2.404,741 Km. Ini sesuai target RPJMD, meningkat dari 86,5 persen pada 2013,” ucapnya.

Tidak hanya sekadar mulus, jalan provinsi juga lebih lebar. Panjang jalan dengan lebar lebih dari enam meter kini mencakup 77,46 persen dari sebelumnya hanya 50,44 persen pada 2013. Sedangkan jalan kabupaten/kota, 62,76 persen dalam kondisi baik. Meningkat drastis dari 2013 yang hanya 50,48 persen. Sementara jalan nasional kondisi baik telah mencapai 92,03 persen. Di samping itu, akses jalan penunjang pariwisata juga meningkat menjadi 71,04 persen. Sepanjang 368,852 kilometer dari 519,223 kilometer jalan menuju lokasi wisata kini telah tertangani baik. “Infrastruktur berkembang pesat, dan otomatis ini akan mempengaruhi perekonomian masyarakat Jateng semakin sejahtera,” tambahnya. (fth/ida)