Pasangan Mahasiswa Buang Bayi

Dikubur di Kompleks Masjid Al Wali Sambiroto

761

Jadi, (bayi) bukan meninggal karena proses persalinan yang dilakukan tanpa bantuan medis, tapi sebenarnya bayi lahir sehat, lalu dibekap hingga meninggal lalu dikubur.

Kombes Pol Abioso Seno Aji
Kapolrestabes Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –Pelaku pembuangan mayat bayi yang dikubur di Kompleks Masjid Al Wali, Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Semarang akhirnya terungkap. Pelakunya tak lain sepasang kekasih yang masih berstatus mahasiswa. Diduga bayi tersebut hasil hubungan gelap.

“Sudah berhasil diungkap. Pelakunya sudah diamankan, mahasiswa dan mahasiswi,” ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji saat ditemui di kantornya, Jumat (24/8).

Abioso menyebutkan, pasangan mahasiswa tersebut sebelumnya sudah ada niatan menghilangkan nyawa darah dagingnya sendiri. Diduga lantaran kedua pelaku malu memiliki bayi dari hubungan tanpa ikatan suami istri.

“Jadi, (bayi) bukan meninggal karena proses persalinan yang dilakukan tanpa bantuan medis, tapi sebenarnya bayi lahir sehat, lalu dibekap hingga meninggal lalu dikubur,” bebernya.

Meski demikian, Abioso masih enggan membeberkan nama sepasang mahasiswa tersebut. Pun dengan perguruan tinggi tempat kedua pelaku menuntut ilmu.  “Nanti kalau sudah lengkap laporannya kita ekspos, saat ini anggota baru laporan awal,” kilahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang digegerkan oleh temuan mayat bayi yang dikubur di Kompleks Masjid Al Wali. Bayi perempuan tersebut diduga telah meninggal empat hari sejak ditemukan pada Rabu (22/8) sekitar pukul 16.00.

Jasad bayi tersebut kali pertama ditemukan oleh Yuli Ardrin, 49, saat bersih-bersih masjid usai melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Yuli penasaran dengan gundukan tanah yang di atasnya disertai taburan bunga.

Saat dilakukan penggalian, seketika Yuli Ardrin  terkejut lantaran di dalam gundukan tanah terdapat mayat bayi. Temuan ini pun langsung disampaikan kepada sekuriti masjid diteruskan ke Polsek Tembalang.

“Begitu ada laporan penemuan mayat bayi, kami langsung berkoordinasi dengan Inafis Polrestabes Semarang dan tim Dokkes Polda Jateng untuk melakukan identifikasi,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Tembalang, AKP Haryono kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Saat dilakukan identifikasi, mayat bayi tersebut diduga berusia sembilan bulan kandungan. Diperkirakan sudah meninggal empat hari sebelum ditemukan pada Rabu (22/8) sekitar pukul 16.00. “Dugaannya dikubur hari Minggu (19/8) lalu. Ada saksi yang melihat seorang laki-laki pada minggu malam dengan gerak-geriknya mencurigakan. Dikubur kurang lebih sedalam 25 sentimeter,” jelasnya. (mha/aro)