Hasil Labfor Butuh 3 Hari

Instalasi Kabel Listrik Diperiksa

548
OLAH TKP : Tim Labfor Polda Jateng bersama Dinas Pasar Wonosobo saat melakukan observasi dan pemetaan alur instalasi di Pasar Induk Wonosobo, Jumat (24/8). (Sigit Rahmanto/ Radar Kedu)
OLAH TKP : Tim Labfor Polda Jateng bersama Dinas Pasar Wonosobo saat melakukan observasi dan pemetaan alur instalasi di Pasar Induk Wonosobo, Jumat (24/8). (Sigit Rahmanto/ Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng mulai mencari penyebab kebakaran Pasar Induk Wonosobo. Hasil sementara, api berasal dari instalasi kabel listrik di gudang milik toko Sumber Makmur di lantai 2 pasar.

“Sementara ini kami temukan instalasi listrik. Ini yang akan kami cek terlebih dahulu, apakah intalasi tersebut ada pemanasan tinggi atau tidak. Langkah selanjutnya, mengambil abu arang untuk mengidentifikasi apakah ada unsur pembakaran atau tidak. Sementara dua hal itu yang akan kami perdalam,” kata Kompol Toto Kuswantoro dari Labfor Polda Jateng, Jumat (24/8). Pengujian laboratorium diperkirakan butuh waktu sekitar 3 hari.

Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Heriyanto menjelaskan, dalam waktu dekat ini akan memeriksa saksi-saksi. Pihaknya juga menunggu hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan Labfor Polda Jateng.

Bupati Wonosobo Eko Purnomo yang meninjau lokasi kebakaran menginstrusikan kepada jajaran organisasi perangat daerah (OPD) terkait untuk secepatnya mengambil langkah-langkah dalam membenahi pasar induk. Apalagi kebakaran ini tentu membawa dampak psikologis bagi para pedagang.

“Pemda jangan membiarkan hal semacam ini terus berlarut. Kita harus ambil sikap dan langkah atau solusi dalam menangani masalah ini,” jelasnya.

Untuk saat ini, pemkab akan memprioritaskan keamanan para pedagang pasar. Ia juga masih menunggu hasil evaluasi kondisi pasar usai terbakar. Apakah masih layak digunakan untuk aktivitas seperti biasa atau tidak.

“Kajian pasca-terbakar itu sangat diperlukan, mengingat struktur rangka besi diduga mengalami perubahan akibat tekanan panas. Dalam keadaan terbakar, besi-besi tersebut biasanya mengalami pemuaian sehingga berpotensi mempengaruhi stuktur kekuatan bangunan tersebut,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Wonosobo Widi Purwanto. Untuk meneliti kelayakan konstruksi pasar, DPU butuh waktu sekitar 1 bulan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pasar Wonosobo, Agus suryatin berharap aktivitas para pedagang bisa kembali normal. “Terkait para pedagang, kita tadi sudah memperkecil police line yang disetujui tim Labfor dan Reskrim Polres Wonosobo. Sehingga yang lain bisa beraktivitas kembali. Kan, yang terbakar hanya satu gudang milik Sumber Makmur saja. Inilah yang nanti akan dilakukan pembatasan,” ungkap Agus.

Agus belum bisa menaksir kerugian akibat kebakaran ini. Hanya saja, pemilik toko Sumber Makmur memperkirakan telah menanggung kerugian sekitar Rp 300 juta. “Itu belum dengan jumlah kerugian pasar. Kita masih menunggu dari hasil perhitungan dari PU terlebih dahulu. dalam menghitung kerugian gedung termasuk ketahanan konstruksi tersebut,” jelasnya. (cr1/ton)