ETC Ajari Mahasiswa Jadi Entreprenuership

503
MITRA AKADEMIK : Presdir PT Charoen Pokphand Indonesia, Thomas Effendy (ketiga dari kanan) menandatangani prasasti ETC bersama Rektor Undip Prof Yos Johan Utama (kedua dari kiri). (TAUFIK RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MITRA AKADEMIK : Presdir PT Charoen Pokphand Indonesia, Thomas Effendy (ketiga dari kanan) menandatangani prasasti ETC bersama Rektor Undip Prof Yos Johan Utama (kedua dari kiri). (TAUFIK RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Bantuan gedung Entrepreneur Teaching Center (ETC) dari PT Charoen Pokphand Indonesia (PT CPI) di kampus Universitas Diponegoro (Undip) menjadi sarana mahasiswa belajar menapaki dunia usaha secara profesional dan terarah. ETC yang memiliki unit usaha mini market Prima Freshmart (PFM) ini, diserahkan oleh Presiden Direktur (Presdir) PT. Charoen Pokphand Indonesia (PT.CPI), Thomas Effendy, kepada Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum., di area Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip, Jumat (24/8) kemarin.

Hibah gedung ETC kelanjutan kerjasama PT. CPI dengan Undip sebagai Mitra Akedemik. Setelah pada November  2017 lalu, PT CPI menghibahkan kandang Closed House berkapasitas 20.000 ekor ayam. Sebagai bagian laboratorium mini, kandang Closed House sebagai hulu produksi, sampai toko retail Prima Freshmart sebagai hilir atau pemasaran.

Menurut Thomas Effendy, mahasiswa akan didampingi tim PT Primafood selaku pengelola Prima Freshmart. Belajar teknis pengelolaan usaha toko atau toko khusus, inventory management, product knowledge, administrasi, servis exelent, akses kepada pemasok, kecukupan modal kerja, serta sistem informasi teknologi. “Jadi saat lulus mahasiswa memiliki cara pandang baru yang lebih luas, dengan menciptakan lapangan kerja baru,” tuturnya mengawali acara.

Selama satu tahun, lanjut Thomas Effendy, laporan penjualan ETC bisa diketahui bersama. Hasilnya akan dibagikan 5 persen. Baik untung maupun rugi. “Memang biasanya mini market itu ada masa kehilangan. Kami yang memiliki 450 sekian toko, awalnya ada yang rugi. Setelah itu berusaha berkembang lebih baik. Namun garis besarnya, ETC didedikasikan tempat belajar praktek langsung sebagai enterpreunership,” tuturnya.

Yos Johan Utama mengapresiasi bantuan laborarium ETC tersebut. Adanya ETC di FPP Undip ini, turut meningkatkan kualitas pendidikan. “Untuk pengabdian masyarakat, Undip peringkat kedua di Indonesia. Untuk riset, Undip nomor tiga di Indonesia. Nah, harapannya kedepan lebih baik,” paparnya.

Keberadaan ETC, jelas Yos Johan Utama, juga mengajarkan secara lengkap bagaimana menjadi enterpreunership. Mahasiswa dapat sukses dengan menciptakan lapangan kerja, tidak hanya menunggu kesempatan menjadi PNS. “Mereka (kuliah) sudah diberi ilmu peternakannya, dan yang sekarang ilmu bisnisnya. Untuk modal, nanti bisa ada bantuan modalnya. Tinggal mulai saja,” pungkasnya. (fiq)