Demak Jadi Kawah Condrodimuko Penggerak Kader NU

591
PKPNU : Pengurus PBNU KH Abdul Mun'im DZ didampingi Ketua Suriyah PCNU Demak KH Zaenal Arifin Maksum dalam pembukaan PKPNU kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
PKPNU : Pengurus PBNU KH Abdul Mun'im DZ didampingi Ketua Suriyah PCNU Demak KH Zaenal Arifin Maksum dalam pembukaan PKPNU kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Demak dikenal sebagai kawah condrodimuko (tempat penggemblengan) bagi para penggerak jamiyyah Nahdlatul Ulama (NU). Karena itu, kader NU di Kota Wali menjadi tumpuan untuk bisa menjaga NU dan NKRI.

Demikian disampaikan KH Ubaidillah Sodaqah Ketua Suriyah PWNU Jateng di sela pembukaan Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) angkatan I di Ponpes Fathul Huda, Desa Sidorejo, Kecamatan Sayung. Dengan panitia penyelenggara Lakpesdam NU Demak.

Menurutnya, pendidikan bagi kader sangat penting. Ini demi kelanjutan NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. “Kalau dalam belajar ilmu itu ada sanadnya. Maka, dalam pendidikan kaderisasi ini juga harus ada sanadnya yang jelas. Kita berharap, para kader ini nanti bisa ngurusi NU,” katanya.

Pengurus PBNU KH Abdul Mun’im DZ menegaskan, PKPNU telah dijalankan 7 tahun terakhir. Dalam kurun waktu itu telah dapat dijadikan eksperimen bahwa manajemen kelembagaan NU makin kuat dan mandiri.

“Kebangkitan NU ini ditandai dengan makin kuatnya struktur NU tingkat ranting, MWC hingga PC,” tandasnya.

Dia menilai NU besar tapi kurang disiplin. Karena itu, kader NU harus disiplin. “Kita sogsong kebangkitan NU jelang usia 1 abad atau 100 tahun NU yang kurang 5 tahun lagi,” ujarnya.

Mun’im menambahkan, aset NU harus dijaga. Karenanya perlu kepedulian dari kader NU. “Manajemen NU harus terus kita perbaiki diantaranya lewat PKPNU ini. Ini bentuk konsolidasi NU,” katanya. Hadir dalam acara ini Ketua PCNU Demak KH Aminudin, Wakil Ketua PCNU DR Abdurrahman Kasdi. (hib/zal)