RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemerintah akan segera mengaktifkan kembali Lapangan Terbang Ngloram, Cepu Kabupaten Blora. Upaya ini akan dimulai dengan melakukan overlay/pelapisan ulang pada landasan sepanjang 900 meter yang sudah ada.

”Tahun depan harapannya dibangun minimal dulu, landasan 900 meter yang sudah ada. Tahun depan sudah di-overlay. Tahun ini dibatasi dulu wilayah kerjanya. Terus sambil menyusun Rancangan Induk Pengembangan (RIP) mengenai panjang dan kapasitasnya berapa,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Satriyo Hidayat sembari menambahkan, tahun ini ada anggaran sekitar Rp 2 milir di satker untuk urusan ini.

Ia menambahkan, tanah untuk landasan saat ini ada sekitar 1100 meter yang pembebasan lahannya sudah dilakukan. Nantinya, jika akan dibuat landasan sepanjang 2000 meter, tentu akan ada pembebasan tanah lagi sekitar 200 x lebar 300 meter.

Dia menjelaskan, meski kondisinya sudah rusak karena lama tidak digunakan, runway lapangan penerbangan ini masih tercatat. Sehingga, ketika diaktifkan secara fungsional dengan 900 meter tersebut, pesawat jenis cessna dan cassa sudah bisa masuk.

”Sekarang yang akan dilakukan Kemenhub adalah mengoptimalkan itu dulu. Nanti Pemprov dan kab/kota akan mengintervensi infrastruktur menuju ke sana. Harapan Presiden, rel kereta masuk bandara sehingga interkoneksinya ada,” kata dia.

Penyerahan lapangan terbang ini dari menteri ESDM ke menteri perhubungan sudah dilakukan awal tahun 2018. Sebelumnya, lapangan terbang  ini merupakan aset milik kementrian ESDM.

Dengan dibangunnya bandara ini, nantinya akan mendukung pengembangan potensi wilayah sekitar Cepu, Bojonegoro dan sejumlah wilayah sekitarnya, utamanya bagi para ekspatriat di daerah ini. Selama ini, transportasi yang bisa digunakan oleh para ekspatriat kebanyakan adalah kereta api. Bandara ini, diharapkan bisa membuat para ekspatriat memiliki alternatif lain. ”Sehingga harapannya nanti bisa kita geser keluar-masuknya melalui bandara Cepu ini,” jelasnya.

Bandara Ngloram merupakan bandara ketiga yang dibangun di pemerintahan Gubernur Jawa Tengah 2013-2018 Ganjar Pranowo setelah Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang dan bandara Wirasaba yang sekarang bernama bandara Jenderal Sudirman. ”Presiden sudah meresmikan bandara Ahmad Yani. Kemudian bandara Wirasaba Wirasaba yang sekarang namanya Panglima Besar Sudirman juga sudah groundbreaking. Tahun depan InsyaAllah bisa jadi,” jelasnya.

Ia menambahkan, bandara Ngloram juga sudah dibicarakan dengan kementrian perhubungan. Dengan bandara-bandara ini, Jawa Tengah dari sisi utara tengah, utara timur, dan selatan barat semuanya bisa terkover. ”Mudah-mudahan akan mendorong ekonomi, termasuk pariwisata yang Pak Presiden memang meminta Jawa Tengah berkontribusi tinggi untuk itu,” jelas Ganjar saat pelantikan penjabat Gubernur belum lama ini. (sga/ida)