Ajak Masyarakat Lestarikan Cagar Budaya

565
SEJARAH BANGSA : Sejumlah siswa mengamati biola milik WR Supratman menjadi koleksi Museum Sumpah Pemuda dan dipamerkan di Pendopo Penganyoman Temanggung. (Ahsan fauzi/radar kedu)
SEJARAH BANGSA : Sejumlah siswa mengamati biola milik WR Supratman menjadi koleksi Museum Sumpah Pemuda dan dipamerkan di Pendopo Penganyoman Temanggung. (Ahsan fauzi/radar kedu)

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Pameran sejarah dan budaya yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Pendopo Pengayoman resmi dimulai, Jumat (24/8). Para pelajar mulai dari siswa SD, SMP hingga SMA tampak memenuhi Pendopo untuk menyaksikan dan mengunjungi stan-stan meseum dan lembaga yang mengikuti pameran tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung Woro Andijani mengatakan, pameran ini diikuti enam museum, UPT bidang kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta lembaga atau badan di Kabupaten Temanggung. Keenam museum tersebut adalah Museum Nasional Indonesia, Museum Kepresidenan Balai Kirti, Museum Kebangkitan Nasional, Museum Sumpah Pemuda, Museum Basoeki Abdullah dan Museum Benteng Vredeburg.

Adapun lembaga lainnya adalah Balai Konservasi Borobudur, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah, Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung dan Bappeda Kabupaten Temanggung. Menurut Woro, pameran yang berlangsung hingga Selasa (28/8) ini ini bertujuan menanamkanan nilai-nilai persatuan dan pelestarian budaya untuk penguatan karakter jati diri bangsa. “Kami berharap dengan adanya pameran sejarah dan budaya di Temanggung ini dapat menjadi momentum pengelolaan cagar budaya di Kabupaten Temanggung secara lebih maksimal,” katanya.

Kepala Balai Konservasi Borobudur Tri Hartono mengatakan, Kabupaten Temanggung adalah salah satu kabupaten yang mempunyai cagar budaya paling banyak. Masyarakat Temanggung harus ikut melestarikan dan merasa memiliki peninggalan yang ada. “Bahkan sejarah pemerintahan Mataram Kuno diketahui dari prasasti-prasasti yang ditemukan di Kabupaten Temanggung ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Museum Balai Museum Basoeki Abdullah, Maeva Salma berharap dengan adanya pameran ini, para generasi muda lebih mengenal dan mengetahui para pahlawan di republik ini sesuai bidang dan kompetensinya. Salah satunya mengenal lebih dekat maestro pelukis Indonesia Basoeki Abdullah.

“Puluhan karya lukisan beliau kita bawa ke sini. Dari situ, saya berharap bisa menginspirasi, teladan dan idola bagi generasi muda untuk meneruskan perjuangannya melalui karya lukis,” jelasnya. (san/ton)