Adu Kreativitas di Lomba Melukis Kaligrafi

359
SEMANGATI PESERTA: Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi saat berbincang dengan peserta lomba melukis kaligrafi dan mendongeng Pekalongan di Pendopo Kabupaten Pekalongan, Kamis (24/8). (Kiri) Lukisan kaligrafi karya para finalis. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMANGATI PESERTA: Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi saat berbincang dengan peserta lomba melukis kaligrafi dan mendongeng Pekalongan di Pendopo Kabupaten Pekalongan, Kamis (24/8). (Kiri) Lukisan kaligrafi karya para finalis. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN  Final lomba melukis kaligrafi dan mendongeng Pekalongan antar siswa SD, Jumat (24/8) kemarin, digelar di Pendopo Bupati Pekalongan. Kegiatan yang digelar  Jawa Pos Radar Semarang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan. dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan ini dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-396 Kabupaten Pekalongan. Babak final ini dibuka oleh Direktur Jawa Pos Radar Semarang, Baehaqi, dihadiri para peserta bersama guru pendamping.

Menurut Baehaqi, babak final ini diikuti para juara di tingkat kecamatan yang berjumlah 19 siswa. Mereka adalah hasil seleksi dari 4.877 siswa yang mengikuti lomba ini sejak Juli lalu.

“Jadi, para finalis lomba melukis kaligrafi ini sebelumnya telah bertanding mulai tingkat sekolah dasar, kemudian bertanding lagi ke tingkat Kecamatan, hingga mengikuti final pada tingkat Kabupaten Pekalongan untuk memperebutkan Piala Bupati Pekalongan dan hadiah jutaan rupiah,” katanya.

Disebutkan, untuk lomba melukis kaligrafi diikuti oleh 4.877 siswa, sedangkan untuk lomba mendongeng Pekalongan diikuti oleh 1.762 siswa dari 485 sekolah dasar, yang ada di Kabupaten Pekalongan. “Kami menggelar lomba ini untuk menampung bakat siswa di bidang melukis, khususnya kaligrafi. Semoga ke depan bisa dikembangkan untuk bisa berprestasi ke tingkat lebih tinggi, mulai provinsi, nasional, bahkan internasional. Sehingga bisa membawa harum nama Kabupaten Pekalongan,” ujar Baehaqi.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menegaskan, lomba melukis kaligrafi adalah bagian dari menanamkan karakter akhlakul karimah, yakni dengan mengenalkan nilai-nilai religius sejak dini. Sedangkan lomba mendongeng Pekalongan adalah bentuk pengenalan kepada budaya lokal akan cerita rakyat yang ada di Kabupaten Pekalongan. “Ini kali pertama diselenggarakan lomba seni kaligrafi dan mendongeng Pekalongan yang dilakukan Jawa Pos Radar Semarang. Hal ini sangat penting dan bermanfaat. Sehingga anak-anak akan lebih mengenal sejarah, dan menghargai akan kearifan lokal akan Kabupaten Pekalongan, dan tidak melupakan budayanya. Saya berharap tahun depan Jawa Pos Radar Semarang kembali mengadakan even serupa yang lebih meriah, dan hadiah yang lebih besar,” harap Bupati Asip.

Dari babak final lomba melukis kaligrafi kemarin, dewan juri memilih  Zahra Aulia Putri, siswi kelas 5 SD Muhammadiyah 03 Pekajangan sebagai juara 1 dengan nilai 890, disusul Nimas Mawarti, siswi kelas 5 SDN 01 Legokkalong, Karanganyar sebagai juara 2 dengan nilai 870, dan Ferdi Safirilah, siswi kelas 5 SDN Kedungkebu Karangdadap, meraih juara 3 dengan nilai 820. Sedangkan lomba mendongeng Pekalongan, juara 1 Chalestina, siswa kelas 5 SD Pododadi, Kecamatan Karanganyar yang membawakan cerita “Desa Watuireng” dengan total nilai 277. Juara 2, Cahaya Inar, siswa kelas 5 SD Kalimade Kesesi, dengan total nilai 276, serta Inayatul, siswa kelas 5 SD Lumeneng, Paninggaran, membawakan cerita  “Desa Rogoselo”, dengan nilai 275.

Para pemenang lomba melukis kaligrafi dan mendongeng Pekalongan, masing-maisng mendapatkan piala, piagam penghargaan, bingkisan berupa seperangkat alat tulis dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pekalongan, serta uang pembinaan masing-masing sebesar Rp 1,5 juta untuk juara 1, Rp 1 juta untuk juara 2 dan Rp 750 ribu untuk juara 3.

Sementara itu, satu jam sebelum acara lomba digelar, jajaran Jawa Pos Radar Semarang sempat memberikan ucapan khusus HUT ke-396 Kabupaten Pekalongan kepada Bupati Asip Kholbihi. Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi menyerahkan langsung buket bunga segar kepada orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan tersebut.

“Selamat ulang tahun Kabupaten Pekalongan yang ke-396, semoga tambah maju dan warganya semakin sejahtera di bawah kepemimpinan Bapak Bupati Asip,” kata Baehaqi yang datang didampingi General Manager Iskandar, Pemimpin Redaksi Arif Riyanto, Manager Iklan Sugiyanto Wiyono, Manager Keuangan Indah Fajarwati, dan Manager Pemasaran Bambang Krisnadi.

Bupati Asip sendiri merasa surprise. Ia yang sebetulnya saat itu sudah dalam perjalanan ke tempat acara, memilih menghentikan mobilnya dan menyambut kedatangan jajaran Jawa Pos Radar Semarang di Pendopo Kabupaten. “Terima kasih sekali buat Jawa Pos Radar Semarang. Semoga kerja sama selama ini yang sudah terjalin, ke depan akan lebih erat lagi,” harapnya. (thd/aro)