Stigma Pasar Kotor Harus Bisa Diubah

318
PENGURUS BARU : Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bambang Kusriyanto saat menghadiri pengukuhan Forum Komunikasi Persatuan Pedagang Pasar Kabupaten Semarang di Pasar Bandarjo Ungaran, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Stigma pasar tradisional yang kotor dan tidak tertata harus diubah. Jika tidak berubah, dikhawatirkan pasar tradisional akan ditinggalkan pengunjung.

“Maka konsep kita yaitu bagaimana menjadikan pasar rakyat ini menjadi bersih dan tertata. Ini butuh proses dan waktu, tidak bisa serta merta,” ujar Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang, Yosep Bambang T usai pengukuhan Forum Komunikasi Persatuan Pedagang Pasar (Persada) Kabupaten Semarang di pasar Bandarjo Ungaran, Kamis (2/8).

Saat ini Pemkab Semarang juga memberikan ruang kepada tumbuhnya toko modern di Kabupaten Semarang yang lebih tertata dan bersih. Menurut Yosep, apabila pasar tradisional di Kabupaten Semarang tidak segera dibenahi maka akan tenggelam dengan tumbuhnya pasar modern.

Karena itulah Pemkab Semarang terus memotivasi semua pengurus dan pengelola pasar tradisional untuk terus berbenah. “Ini yang membuat motivasi kita, karenanya dibentuk Forum Komunikasi Persada supaya virus pasar resik itu menular ke pasar tradisional yang lain,” katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bambang Kusriyanto yang hadir pada kesempatan itu mengatakan, Forum Komunikasi Persada harus benar-benar dilaksanakan dengan profesional. “Kalau (pasar tradisional) sudah berubah, yang dilakukan oleh pedagang yaitu menjaga kebersihan, sehingga setelah adanya Forum Komunikasi Persada, jangan Persada malah mencari urunan dari pedagang,” kata Bambang. (ewb/ton)