PEDULI SESAMA : Tim Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Theodorus Yosep Parera memberikan bantuan kepada penderita disabilitas, Athila Ade Taruna Dhaky di kediamannya, Kali Baru Timur, Semarang Utara. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
PEDULI SESAMA : Tim Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Theodorus Yosep Parera memberikan bantuan kepada penderita disabilitas, Athila Ade Taruna Dhaky di kediamannya, Kali Baru Timur, Semarang Utara. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Belum genap seminggu dilaunching, Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Theodorus Yosep Parera, langsung melakukan aksi nyata. Yakni memberikan bantuan terhadap anak penderita disabilitas,

Athila Ade Taruna Dhaky, 14, warga Kali Baru Timur, RT 3, RW 10, Bandarharjo, Semarang Utara. Bantuan berupa kursi roda, blender dan uang santunan dan donasi bulanan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Dewan Pengawas Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Ignatia Sulistya Hartanti mengaku prihatin dengan kondisi anak dari Siti Mariatun, itu. Pihaknya juga memberikan blender karena untuk memudahkan Siti Mariatun menyajikan makanan untuk Athila. Sebab, selama ini, Athila harus makan dengan menu yang harus digiling. Lebih prihatinnya, Athila hanya bisa terbaring di kamar didampingi neneknya. Diharapkan bantuan kursi roda bisa membuat aktivitas Athila lebih berwarna.

“Jadi kehidupannya tidak sia-sia hanya ada di dalam kamar saja. Kami juga telah berikan uang pembinaan untuk keperluan sehari-hari karena hidup keluarga tersebut, dalam kekurangan,” kata Ignatia Sulistya Hartanti didampingi Dewan Pendiri, Theodorus Yosep Parera, usai berkunjung, Rabu (22/8).

Selain pemberian tersebut, pihaknya juga berjanji akan rutin memberikan uang pembinaan sebesar Rp 1 juta setiap bulan, dengan tujuan ibunya bisa fokus merawat dan mendampingi anaknya, Athila. Menurutnya, langkah tersebut sebagai bentuk turun tangan membantu pemerintah untuk menyelesaikan problem di dalam masyarakat.

“Rumah Pancasila dan Klinik Hukum merupakan perkumpulan, yang terdiri dari advokat dari kantor Law Office Theodorus Yosep Parera, wartawan, mahasiswa, pengangguran, ibu rumah tangga serta anak sekolah, jadi isinya beragam,”jelasnya.

Pihaknya juga sudah mencetuskan akan melakukan agenda rutin setiap bulan, yakni minggu ketiga akan bertatap muka secara langsung dengan masyarakat yang membutuhkan, nantinya akan diadakan disalah satu caffe di Kota Semarang. Namun untuk info agendanya masyarakat diminta rutin mengecek instagram “rumahpancasila_klinikhukum atau lawofficeyosepparera”.

“Nanti akan kami adakan pertemuan rutin setiap bulan sekali, jadi warga masyarakat yang membutuhkan informasi, maupun berbagi informasi orang yang sedang kesusahan dan ingin konsultasi hukum bisa datang dalam pertemuan itu, pertemuannya gratis,”sebutnya.

Ketua Umum Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Michael Aditya menambahkan, dengan aksi yang dilakukan timnya, diharapkan bisa menyentuh kalangan mampu untuk membantu orang yang kurang beruntung.

“Harapannya makin banyak advokat maupun pengusaha-pengusaha dan orang-orang yang mampu memiliki kelebihan dana bisa turut berbagi, sehingga bisa menjadi motivasi, sekaligus gerakan massal,”imbuhnya.

Adapun sumber dana tersebut, dikatakan Michael Aditya, untuk saat ini masih bergantung dari kantor Law Office Theodorus Yosep Parera. Untuk kedepan pihaknya berharap semakin banyak, yang melakukan aksi sama terjun langsung kepada yang membutuhkan. Pihaknya sendiri memiliki semboyan khusus yakni, membantu orang tidak perlu menunggu kaya, karena membantu bisa melalui doa, pikiran dan tindakan.

“Ketika ada warga yang sukses, tolong ikut bantu yang membutuhkan. Yang sedang miskin, tidak diam saja pasrah menerima bantuan, tapi punya angan-angan, suatu saat juga bisa menolong yang lain. Jadi tidak selalu menerima, tapi juga memberi,” harapnya.

Sementara itu, Siti Mariatun berterimakasih dengan tim Rumah Pancasila yang memberikan bantuan tersebut. Ia mengaku, saat ini dirinya juga memiliki kesibukan kerja sehingga terkadang anaknya kurang mendapat perhatian, adapun pekerjaanya sebagai buruh di rumah walet, sedangkan dalam seminggu ia mendapatkan gaji sekitar Rp 190ribu. Untuk waktu bekerjanya dari jam 08.00 hingga 17.00 WIB.

“Kami berterimakasih sekali, hanya tuhan yang bisa membalas kebaikan dari tim rumah pancasila dan klinik hukum ini,”katanya sembari meneteskan air mata. (jks/zal)