Qurban untuk Orang Yang Meninggal

251

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Bapak DR KH Ahmad Izzuddin, MAg di Jawa Pos Radar Semarang yang saya hormati dan dimuliakan oleh Allah SWT. Mohon kesempatannya kepada bapak untuk menjawab pertanyaan saya. Saya ingin bertanya seputar permasalahan kurban pak. Jadi gini, saya mempunyai orang tua yang kemarin meninggal. Ketika 7 hari meninggalnya Ayah saya bertepatan dengan hari raya kurban. Bolehkah saya berkurban dengan niat berbakti kepada almarhum agar pahalanya dapat saya kirimkan kepada ayah saya? Mohon tanggapan dan penjelasannya. Wassalamu’alaikum Warahmatullah

Dimas, 081228768xxx di Bandungan

Jawaban :

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Bapak Dimas di Bandungan yang saya hormati dan dimuliakan Allah SWT. Terlebih dahulu saya sampaikan rasa bela sungkawa mendalam kepada bapak atas kabar duka yang ada. Dan saya mengapresiasi sekali keinginan Bapak Dimas yang akan berkurban agar dapat mengirim pahala kepada ayahanda yang Insyaallah khusnul khotimah. Amin

Sebelumnya perlu diketahui terlebih dahulu, bahwa kurban adalah ibadah yang sunnah muakkad yang ditunjukan kepada kaum muslim untuk taqarrub mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kurban sendiri biasanya berupa hewan yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq.

Mengenai pertanyaan bapak tentang hukum berkurban kepada seseorang yang telah meninggal di atas, sebenarnya ada beberapa perbedaan di kalangan ulama. Pertama, jika sebelumnya terdapat wasiat dari almarhum, maka hukumnya diperbolehkan. Tetapi jika tidak terdapat wasiat sebelumnya, maka hukumnya tidak diperbolehkan. Karena pada hakikatnya, orang yang masih hidup lebih diutamakan mengerjakan kurban terlebih dahulu, daripada mendahulukan orang yang telah meninggal, kecuali ada wasiat atau nadzar sebelumnya dari si mayit.

Kedua, hukumnya adalah disunnahkan, meskipun sebelumnya tidak ada wasiat dari almarhum, sebab kurban merupakan bagian dari bentuk shadaqah. Bila sifatnya adalah nadzar, barulah hukumnya menjadi wajib.

Dalam suatu hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda; “Apabila anak Adam telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal, yaitu sadaqoh jariyah atau ilmu manfaat atau anak sholeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim) Kurban seorang anak untuk orang tua yang sudah meninggal bisa disamakan dengan sadaqoh. Semoga Bapak Dimas tergolong sebagaimana hadits diatas. Begitu jawaban dan penjelasan dari saya, wallahu a’lam bisshowab. Semoga ada manfaatnya dan barokah. Amin (*)