Pelatih PSIS Vincenzo  Dipecat

21 Kali Laga, 10 Kali Kalah

233
Vincenzo Alberto Annese
Vincenzo Alberto Annese
PELATIH BARU : CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi (kiri) bersama General Manager Wahyu ‘Liluk’ Winarto (kanan) memperkenalkan pelatih kepala yang baru, Jafri Sastra (dua dari kiri) dan pelatih fisik, Budi Kurnia. (Triawanda Tirta Aditya/Jawa Pos Radar Semarang)
PELATIH BARU : CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi (kiri) bersama General Manager Wahyu ‘Liluk’ Winarto (kanan) memperkenalkan pelatih kepala yang baru, Jafri Sastra (dua dari kiri) dan pelatih fisik, Budi Kurnia. (Triawanda Tirta Aditya/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pelatih kepala PSIS Semarang, Vincenzo Alberto Annese, telah resmi diberhentikan, dan digantikan oleh mantan pelatih kepala Persis Solo, Jafri Sastra, Kamis (23/8). Selama 5 bulan masa kepelatihannya, Annese dianggap mengalami kesulitan saat berkomunikasi dengan para pemain dan manajemen PSIS Semarang. Hal itu menjadi faktor utama dipecatnya pelatih asal Italia itu.

General Manager PSIS Semarang, Wahyu ‘Liluk’ Winarto, menjelaskan, selama berada di bawah kepelatihan Vincenzo Alberto Annese, para pemain maupun jajaran official team kesulitan untuk bisa berkomunikasi secara lancar. Hal tersebut beberapa kali menimbulkan miss komunikasi di internal PSIS Semarang dan berdampak pada menurunnya performa tim. “Sebenarnya Coach Annese dari kualitas kepelatihanya sangat bagus, teknik dan gaya bermain yang diajarkan cukup berkualitas. Namun terkadang apa yang disampaikannya tidak bisa dipahami sepenuhnya oleh kami,” kata pria yang akrab disapa Liluk ini.

Ia menambahkan, faktor komunikasi menjadi pertimbangan utama manajemen PSIS untuk menggantinya dengan pelatih lokal yang memiliki pengalaman di Liga 1 Indonesia. Dengan harapan coach Jafri dapat membangun komunikasi yang baik antar pemain dan official di dalam maupun luar lapangan.

Striker PSIS Semarang, Komarudin, membenarkan adanya miss komunikasi yang beberapa kali terjadi antara pelatih Vincenzo Alberto Annese dengan para pemain maupun official. Namun sebelumnya ia tidak mengetahui jika Annese akan digantikan oleh Jafri Sastra.

“Sebenarnya selalu ada penerjemah ketika berlatih maupun bertanding, lagi pula sepakbola bisa mudah dicerna hanya dari bahasa tubuh. Namun mungkin tidak semua pemain bisa memahami apa yang diinginkan pelatih, sehingga terkadang terjadi miss komunikasi,” kata pemain bernomor punggung 10 ini pada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (23/8).

CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, menjelaskan, pihak manajemen beserta Direktur PT Mahesa Jenar telah melakukan sejumlah evaluasi terhadap performa tim sejak dimulainya Liga 1 Indonesia hingga pekan ke-20 berlangsung, Senin (13/8). Evaluasi itu menghasilkan sebuah kebijakan yang memutuskan untuk mengganti pelatih Vincenzo Alberto Annese dengan pelatih kepala yang baru, yakni Jafri Sastra, 53.

“Selama sekitar 5 bulan kami sudah memberikan kesempatan kepada coach Annese untuk bisa bersaing di kompetisi ini, namun seperti yang kita ketahui PSIS belum bisa beranjak dari zona degradasi hingga kini. Oleh karena itu, kami sudah merasa cukup memberikan kesempatan lagi padanya,” ujar Yoyok.

Ia menambahkan, pihak manajemen PSIS Semarang mengingingkan adanya perubahan dalam hal peningkatan performa tim, dan penyegaran kepelatihan agar para pemain bisa lebih merasa termotivasi dalam pertandingan.  “Namun tentu kami juga berterimakasih kepada coach Annese karena telah membawa banyak perubahan pada PSIS Semarang selama masa kepelatihannya, namun ini sudah saatnya ada penyegaran agar timbul semangat baru untuk bisa bertahan di Liga 1 hingga akhir kompetisi,” jelas Yoyok.

Sebelumnya, hubungan baik manajemen PSIS Semarang dengan Persis Solo membuat kedua pihak tersebut sering bekerja sama untuk jual beli pemain dan pelatih. Selain pelatih kepala Jafri Sastra, PSIS Semarang juga memboyong pelatih fisik Persis Solo, Budi Kurnia. Selama menjalani 21 pertandingan resmi bersama PSIS, Annese tidak mampu mengangkat performa tim, sehingga membuat skuad Maseha Jenar masih berada di zona degradasi Liga 1 Indonesia, yakni di posisi ke-17 dengan perolehan 20 poin. Dalam 20 pertandingan di Liga 1, dan satu kali di Piala Indonesia, Annese hanya meraih 6 kali kemenangan, 5 hasil imbang, dan menelan 10 kali kekalahan. (cr2/aro)