33 C
Semarang
Jumat, 25 September 2020

Pasar Induk Terbakar Lagi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Di tengah polemik rencana pembangunan kembali Pasar Induk Wonosobo, api kembali melalap pasar terbesar di Wonosobo. Kamis (23/8) sekitar pukul 13.00, kebakaran menimpa bangunan pasar di sisi timur yang selamat pada peristiwa kebakaran Desember 2014 silam.

Menurut salah satu saksi, sumber api diperkirakan muncul dari toko diesel Sumber Teknik di lantai dasar Pasar Induk. Semula asap yang naik ke lantai 2 belum begitu disadari oleh pedagang dan pengunjung. Namun asap semakin tebal sehingga menyebabkan kepanikan.

Asap itu langsung naik kelantai dua dan para pedagang belum begitu menyadari kedatanganya. Baru setelah asap itu semakin menebal, para pedagang yang berada di pasar panik dal menyelamatkan diri. “Awalnya (pedagang) menyangka bahwa asap yang keluar dari toko itu karena sang pemilik sedang menghidupkan diesel. Biasanya kalau ada pembeli kan sang pemilik itu mencoba mesinnya terlebih dahulu, namun lama-kelamaan asapnya semakin menebal. Baru kemudian kita ketahui bahwa itu kebakaran,” jelas Eko Prasetyo yang juga pengurus Pasar Induk.

Setelah mengetahui adanya kebakaran, salah seorang dari pasar menelepon petugas pemadam kebakaran. Dua tim pemadam kebakaran unit Wonosobo datang setengah jam kemudian. Saat itu, asap semakin tampak jelas dan api sudah membesar. “Titik api itu menjadi dua bagian. Namun karena sulitnya akses yang harus dilalui oleh tim pemadam menyebabkan api sulit dikendalikan,” imbuhnya.

Bantuan kemudian didatangkan dari daerah tetangga. Tercatat ada 8 unit armada bantuan dari Kabupaten Temanggung, Banjarnegara dan Magelang yang ikut menjinakkan api. Sekitar 3,5 jam kemudian, api baru bisa dipadamkan.

Berdasarkan catatan, peristiwa kebakaran ini merupakan kali keempat dalam jangka waktu 24 tahun terakhir. Kebakaran pertama terjadi pada 30 September 1994, kemudian pada 11 Maret 2004, dan ketiga pada 22 Desember 2014.

Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras mengungkapkan, api diperkirakan berasal dari toko Sumber Teknik. “Kita masih menelusuri sebab kejadian itu, karena sampai saat ini belum memungkinkan kita masuk ke dalam gedung,” katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Sementara kerugian material belum bisa ditentukan, sebab sebagian barang milik pedagang pasar ludes dilalap si jago merah.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Wonosobo Agus Suryatin belum bisa menghitung jumlah kerugian material akibat kebakaran tersebut. Namun, saat ini ia akan melihat jumlah kerusakan bangunan di Pasar Induk Wonosobo. Jika nantinya hanya terjadi kerusakan ringan, maka hanya akan dilakukan rehabilitasi. “Kalau memang rusak parah ya dibongkar. Yang penting tidak membahayakan penghuninya,” kata dia.

Sedangkan, untuk kios darurat bagi korban kebakaran masih akan dilakukkan koordinasi dengan para pedagang. “Nanti kita bicarakan dulu, karena yang terbakar ini kan tidak semua. Hanya yang di bagian depan, yang belakang tidak kena,” terangnya. (cr1/ton)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Mobil Pengangkut Elpiji Raib Digondol Maling

KEBUMEN – Petugas Polsek Puring dan Satreskrim Polres Kebumen berhasil menangkap pelaku pencurian mobil bak terbuka yang mengangkut 62 tabung gas elpiji. Pelaku berinisial...

Pembelajaran Bahasa Jawa dengan Kartu Kata

Pembelajaran Bahasa Jawa saat ini mengalami proses metamorphosis. Termasuk pemilihan dan penguasaan kosa kata (diksi) Bahasa Jawa merupakan salah satu momok yang menakutkan bagi...

Jumat Sukses di Hays

Hampir satu jam saya sendirian di rumah itu. Eh… masjid itu. Sambil lihat-lihat apa yang tertempel di dinding: sebuah AC-jendela yang lama. Kalimat-kalimat pujian...

Targetkan Serapan 425 Ribu Ton

“Tahun ini target yang ditetapkan rasional saja. Tapi nanti kalau memang panen masih banyak, biasanya di pertengahan tahun akan ada perubahan target,” Djoni Nur Ashari,...

Parkir Bonbin Meluap, Jalan Macet Parah

SEMARANG – Meski liburan akhir tahun hampir berakhir, sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan yang cukup panjang. Terutama di pusat oleh-oleh Jalan Pandanaran, dan Jalan...

Waroeng HAM Peringati Hari Ibu

DISKUSI bulanan jejaring Warga Ngobrol Bareng Sosial Hak Asasi Manusia (Waroeng HAM) mengangkat tema Fenomena Ibu Gagal Menyusui : Menyoroti Fasilitas & Tenaga Kesehatan...