Nekat Cabuli Balita, Kakek Terancam Penjara Lama

176

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Warga Purwosari Perbalan, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Maryono Bin Masrof, 61, terancam hukuman penjara puluhan tahun. Setelah nekat melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur berinisial CS.

Saat ini, berkas perkaranya telah dilimpahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang untuk disidangkan. Panitera Muda Pidana pada PN Semarang, Noerma Soejatiningsih mengakui perkaranya sudah diterima dan telah diajukan ke ketua PN Semarang untuk ditunjuk majelis hakim yang akan memeriksa perkaranya.

JPU Kejari Kota Semarang, Zahri Aeniwati menjerat tersangka Maryono Bin Masrof, dengan dua pasal sekaligus. Yakni, perbuatan tersangka dianggap bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 76 E Jo. Pasal 82 ayat (1) Undang-undang (UU) RI  nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Atau kedua bersalah sebagaimana Pasal 76D jo Pasal 81 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” kata Zahri dalam berkasnya.

Perkara tersebut terjadi pada Desember 2015 lalu, saat itu pelaku sedang berada di atas loteng mengambil pakaian kering. Kemudian pelaku melihat korban CS yang masih berusia 5 tahun (Balita), sedang duduk di teras rumah tetangga. Kemudian pelaku memanggil korban agar bersedia naik ke atas loteng. Setelah korban sampai di atas loteng, pelaku menaikkan badan korban dengan memegang pantatnya sehingga korban dapat melihat pemandangan dari atas loteng. Atas kejadian itu, pelaku merasa terangsang dan alat kelaminnya berdiri. Langsung saja pelaku menurunkan badan korban, setelah korban berada di bawah dan posisi korban pada saat itu berdiri, tanpa berpikir panjang pelaku melakukan perbuatan cabul.

Tak hanya itu, pertengahan Januari 2016, saat itu pelaku sedang di depan rumahnya, melihat korban sedang bermain sendiri. Korban diapanggil dan diajak naik ke loteng nonton pemandangan. Selanjutnya, korban menghampiri pelaku dan menyuruh korban menuju tangga untuk naik loteng melalui belakang rumah, sedangkan pelaku melalui dalam rumah. Begitu sampai di atas loteng, perbuatan cabul diulangi lagi.

Berlanjut pada Pebruari 2016 pelaku mengajak korban ke Pasar Perbalan, Semarang. Selanjutnya mengajak korban menuju lantai atas pasar, dengan posisi korban berdiri pelaku mencium pipi kanan dan kiri korban. Dan korban menarik tangan pelaku untuk perbuatan cabul yang sama. Bahkan pelaku berusaha memasukkan alat kelaminnya ke alat kelamin korban balita. “Akibat perbuatan pelaku, mengakibatkan genetalia atau alat vital korban CS mengalami luka robek lama pada selaput dara. Luka tersebut akibat kekerasan benda tumpul,” sebut jaksa dalam berkasnya. (jks/ida)