RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Warga Kelurahan Sambiroto Kecamatan Tembalang digegerkan adanya temuan orok bayi yang dikubur di lingkungan Kompleks Masjid Al Wali. Mayat bayi perempuan tersebut diduga telah meninggal empat hari sejak ditemukan pada Rabu (22/8) sekitar pukul 16.00.

Orok tersebut kali pertama ditemukan oleh warga sekitar, Yuli Ardrin, 49, saat bersih-bersih usai melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Warga tersebut merasa penasaran adanya gundukan tanah yang di atasnya disertai taburan bunga.

Saat dilakukan penggalian, seketika Yuli Ardrin terkejut lantaran di dalam gundukan tanah tersebut terdapat mayat bayi. Temuan itu lantas disampaikan kepada sekuriti masjid, diteruskan ke petugas Polsek Tembalang.

“Begitu ada laporan penemuan orok, kita langsung koordinasi dengan Inafis Polrestabes Semarang dan tim Dokkes Polda Jateng untuk melakukan identifikasi,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Tembalang, AKP Haryono, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (23/8).

Setelah dilakukan identifikasi oleh petugas, jasad bayi tersebut diduga berusia sembilan bulan dalam kandungan. Diperkirakan sudah meninggal empat hari sebelum ditemukan pada Rabu (22/8) sekitar pukul 16.00.

“Dugaannya, orok bayi dikubur hari Minggu (19/8) lalu. Ada saksi yang melihat, ada seorang laki-laki pada minggu malam yang gerak-geriknya mencurigakan. Dikubur kurang lebih sedalam 25 sentimeter,” katanya.

Mayat bayi itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang guna dilakukan otopsi. Saat ini, kasus temuan orok tersebut masih dalam penanganan dan penyelidikan Polrestabes Semarang.  “Kasus ini ditangani oleh Polrestabes Semarang, karena ada unsur undang-undang perlindungan anak,” ujar Kapolsek Tembalang, Kompol Budi Rahmadi. (mha/aro)