Keliling Indonesia Berkat Budaya Jawa

245
Azzahra Egeng (DOKUMEN PRIBADI)
Azzahra Egeng (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.COM – MENEKUNI bahasa dan budaya Jawa membawa Azzahra Egeng berkeliling Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri. Sejak kecil, dara kelahiran Semarang ini sering mengikuti lomba dan menjadi juara yang bertemakan bahasa dan budaya Jawa. “Semua hal tentang budaya Jawa aku suka. Waktu SD aku juara lomba aksara Jawa, terus naik lagi juara tari Jawa, dan yang terakhir waktu masa sekolah dulu juara karawitan tingkat Kota Semarang,” ucap Zahra kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Semasa kuliah S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang (UNNES), Zahra aktif di Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia (IMBASADI). Setiap tahunnya, IMBASADI mengadakan acara di berbagai daerah, seperti Bali, Solo, Jogja, Jakarta, dan lain sebagainya. Dari situ, Zahra pernah menulis sebuah buku kumpulan cerita rakyat dua bahasa. Yakni, bahasa Indonesia dan bahasa Jawa yang diterbitkan di Bandung.

Keaktifan Zahra dalam berorganisasi, tak sampai mengganggu kuliahnya. Hal ini terbukti Zahra berhasil menyelesaikan pendidikan S1 hanya dalam waktu tiga tahun tiga bulan. “Alhamdulillah aku lulus cuman dalam waktu tiga tahun tiga bulan saja,” ucapnya bangga.

Setahun kemudian, Zahra mendapat kabar dirinya berhasil menerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk lanjut ke jenjang S2 Ilmu Linguistik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Kabar ini sungguh menggembirakan, karena khayalan Zahra menjadi kenyataan.

Dan, hanya dalam kurun waktu satu tahun sembilan bulan, Zahra berhasil menyelesaikan kuliah S2. Mantan finalis Duta Bahasa Jawa Tengah 2016 ini lulus sedikit terlambat dari target. Sebab, di akhir semester, ia mengikuti Summer Program Student Exchange for Language and Culture 78 house  in Asia University Taiwan, Taichung Wufeng mewakili Undip selama satu bulan.

Meski begitu, ia bersyukur bisa belajar ke Taiwan. Menurutnya ini adalah hadiah dari Allah SWT karena tidak jadi kuliah ke luar negeri. “Mungkin ini ganti yang baik dari Allah karena dulu pengin kuliah luar negeri tapi gak diizinin sama ibu,” lanjut Zahra.

Sejak kuliah S2, Zahra dipercaya sebagai asisten dosen. Dari situlah Zahra merasa beruntung dan bersyukur bisa bertemu dengan orang-orang hebat yang mengantarkannya pergi ke Taiwan. Bagi Zahra, berkesempatan belajar bahasa dan budaya Jawa inilah yang mengantarkan dirinya bisa keliling Indonesia hingga ke luar negeri.  “Pokoknya bahasa dan budaya Jawa membawa aku keliling gratis, dan punya banyak teman dari berbagai daerah se-Indonesia,” ucap Zahra. (mg19/aro)