Kegiatan Swadaya Warga Blado Jadi Magnet

1082
BAGIKAN SARUNG : Bupati Batang Wihaji bagi-bagi sarung kepada penonton wayang golek di Kecamatan Blado, Rabu malam (22/8). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
BAGIKAN SARUNG : Bupati Batang Wihaji bagi-bagi sarung kepada penonton wayang golek di Kecamatan Blado, Rabu malam (22/8). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pagelaran wayang golek semalam suntuk dan pawai seribu obor di  Kecamatan Blado Kabupaten Batang, untuk ramaikan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 73 Republik Indonesia, menjadi magnet ribuan warga.

“Kegiatan puncak perayaan HUT RI Kecamatan Blado menggunakan dana swadaya masyarakat yang menghabiskan anggaran kurang lebih mencapai Rp 80 juta. Guyub rukun, kompak dan cinta NKRI tidak bisa diragukan lagi, dan inilah kearifan lokal yang harus tetap dilestarikan,” jelas Camat Blado Sugeng Sugiharto.

Hal tersebut cukup terbukti, dari antusias warga menonton wayang golek yang sangat luar biasa. Terlihat ribuan penonton memadati halaman kantor Kecamatan Blado. Kegiataan tersebut juga di hadiri oleh Muspika dan Ketua Sang Pamongmong Kabupaten Batang serta kades se Kecamatan Blado.

Dalang Ki Rohim dari Desa Wates Kecamatan Wonotunggal mengambil lakon Pangeran dari Gua Selarong. Kepiawaian memainkan wayang golek dengan iringan gamelan yang dipadu musik modern sangat menghibur masyarakat.

Bupati Batang Wihaji yang hadir dalam pegelaran wayang golek sangat mengapresiasi masyarakat Kecamatan Blado yang telah guyub rukun memperingati HUT RI.  Sehingga perayaanya sangat meriah, bahkan berbekal dana swadaya iuran warga yang ditarik Rp 3.000 perorang.

“Swadaya ini membuktikan ada semangat membangun daerah bangsa dan negara agar lebih baik lagi,” seru bupati.

Tak hanya itu, bupati juga meminta doa kepada masyarakat Kabupaten Batang agar dalam menjabat bisa bermanfaat, dan masyarakat sekarang sudah bosan dengan janji – janji yang penting kerja nyata.

“Saya tidak akan banyak janji, karena masyrakat sudah bosan janji. Saya akan kerja, kerja, kerja yang pada saatnya infrastruktur Jalan Blado Insaallah akan kita perbaikai,” ucap Wihaji.

Dalam kesempatan tersebut bupati unjuk kebolehan memainkan kendang mengiringi lagu Prahu Layar, tak cukup di situ satu lagu dangdut Gala – gala yang berduet dengan sindenya dinyanyikanya untuk menghibur masyarakat Blado. Sebagai tanda kasih dan kenang – kenangan Wihaji memberikan 10 sarung kepada pengrawit dan penonton wayang golek. (han/zal)