Ditarget Keluar dari Zona Degradasi

376
LATIHAN PERDANA: Sejumlah pemain PSIS Semarang mengikuti latihan perdana bersama pelatih baru Jafri Sastra di Stadion Citarum, Kamis (23/8). (Triawanda Tirta Aditya/Jawa Pos Radar Semarang)
LATIHAN PERDANA: Sejumlah pemain PSIS Semarang mengikuti latihan perdana bersama pelatih baru Jafri Sastra di Stadion Citarum, Kamis (23/8). (Triawanda Tirta Aditya/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM – PELATIH anyar PSIS Semarang, Jafri Sastra, memiliki segudang pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikanya agar tim berjuluk Mahesa Jenar ini bisa bertahan di Liga 1 Indonesia hingga berakhirnya kompetisi. Masalah utamanya adalah minimnya produktivitas gol yang diciptakan Haudi Abdillah dkk. Dalam 9 laga terakhir PSIS di Liga 1 Indonesia, mereka hanya mampu mencetak 5 gol dan telah kebobolan 7 gol.

Di sisa waktu jeda kompetisi selama 3 minggu ini, Jafri dituntut untuk bisa meramu komposisi terbaik skuad PSIS, sebelum bertandang ke PSMS Medan pada lanjutan kompetisi Liga 1 Indonesia, Rabu (12/9) mendatang. Skuad Mahesa Jenar telah mengagendakan satu ujicoba melawan PSS Sleman pada Minggu (26/8) di Stadion Maguwoharjo, Jogja.

CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, mengatakan coach Jafri memiliki tantangan dan tanggungjawab yang sangat besar, karena harus bisa membawa PSIS keluar dari zona degradasi dan mampu bertahan di kompetisi Liga 1 Indonesia musim ini. “Saat ini kita hanya memiliki 14 sisa pertandingan, dan hanya 6 di antaranya yang bermain di kandang. Jadi, tentunya PSIS Semarang butuh pemikiran baru yang lebih cerdas dan penguatan mental untuk bisa mengejar ketertinggalan dari tim lain,” kata Yoyok kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (23/8).

Ia mengatakan, dengan direkrutnya pelatih kepala dan pelatih fisik yang baru, harapannya tim Mahesa Jenar dapat lebih menampilkan permainan yang agresif dan berkarakter, sehingga bisa memaksimalkan poin yang masih tersisa di 14 laga berikutnya.

Head coach Jafri saat diperkenalkan di mess PSIS kemarin menyampaikan, dirinya berani menerima pinangan manajemen PSIS dikarenakan memiliki keyakinan untuk bisa mengeluarkan Mahesa Jenar dari zona degradasi. “Seperti yang kita tahu, PSIS memiliki beberapa ‘masalah’ yang harus kita hadapi bersama, siapapun pasti tidak menginginkan PSIS berada di posisi seperti saat ini. Namun atas izin Allah, saya yakin kita bersama-sama akan mampu mendongkrak performa tim dan keluar dari zona degradasi,” jelas mantan pelatih Persis Solo ini.

Jafri juga menyampaikan, dalam sisa waktu sebelum kompetisi Liga 1 Indonesia bergulir pada 12 September mendatang, dirinya akan mencari dan menganalisa kembali seluruh pemain PSIS dari segi skill individual pemain dan gaya bermain. Lalu akan ditentukan komposisi pemain yang paling cocok untuk  mengarungi 14 laga di sisa kompetisi.

Sore kemarin, Jafri langsung menggelar latihan perdana setelah seluruh punggawa PSIS mendapatkan jatah libur hari raya Idul Adha. Dalam latihan kemarin, Jafri hanya memberikan porsi latihan yang ringan untuk mengembalikan kebugaran para pemainnya. “Saya lihat di latihan perdana ini para pemain terlihat luar biasa dan lebih termotivasi dari sebelumnya, mereka punya fighting spirit yang bagus dan bisa beradaptasi dengan instruksi yang telah saya berikan,” jelas Jafri.

Dalam pemusatan latihan tersebut, belum semua pemain PSIS hadir. Sejumlah pemain asing masih berada di negaranya masing-masing, seperti Bruno Silva, Bako, Ibrahim Conteh, dan Petar Planic. Mereka semua diagendakan akan mulai mengikuti pemusatan latihan pada 26 Agustus mendatang. (cr2/aro)