Ajak Lestarikan Batik

117
Nudya Anjanita Saputri Ansori (M HARYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Nudya Anjanita Saputri Ansori (M HARYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – MENJADI model busana batik merupakan bagian kesibukan yang kini dilakukan oleh Nudya Anjanita Saputri Ansori. Namun menjadi model bukan sekadar pamer kecantikan di depan umum. Ia juga berkeinginan menjaga kelestarian batik yang merupakan warisan budaya leluhur bangsa Indonesia.
“Menurut saya, batik adalah salah satu warisan budaya nenek moyang kita yang sudah mendunia. Sehingga harus kita jaga dan kita lestarikan supaya tidak punah atau diakui budaya negara luar,” ungkap gadis yang akrab disapa Nudya ini kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.
Mahasiswi semester tiga jurusan Bahasa Inggris Universitas PGRI Semarang (Upgris) ini mengaku sangat senang mengenakan batik. Bahkan, gadis kelahiran Rembang, 28 Agustus 1998 silam ini juga suka mengoleksi batik. “Apalagi sekarang ini kan desain baju batik bagus-bagus, tidak monoton. Saya kira tidak kalah bagus dengan baju-baju lain. Jadi, tidak malu pakai batik,” ujarnya.
Nudya mengakui, di tempat tinggalnya banyak pengrajin batik yang didominasi kaum perempuan. Hal inilah yang memotivasinya untuk melestarikan batik khas daerah asalnya. “Sebagai generasi muda apa salahnya kalau kita melestarikan batik. Tidak hanya saya saja, generasi-generasi muda lainya hendaknya juga bisa melakukan seperti ini,” ajak dara yang pernah menjadi finalis Pemilihan Mas dan Mbak Rembang 2017 ini. (mha/aro)