Tanggul Kalibodri akan Dibangun Jalur Produksi

530
SEGERA DIBANGUN: Tanggul Sungai Kalibodri di Desa Margorejo yang nantinya akan menjadi Kawasan Industri Baja. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEGERA DIBANGUN: Tanggul Sungai Kalibodri di Desa Margorejo yang nantinya akan menjadi Kawasan Industri Baja. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal berencana menjadikan tanggul sungai Kalibododri untuk dibangun jalan. Yakni mulai dari Patebon-Kartikajaya disisi timur sungai akan dibangun jalan sebagai jalur produksi untuk pembangunan Kawasan Industri Seafer (KIS) yang nantinya dibangun Pabrik Baja.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kendal, Sugiyono mengatakan jika jalan yang akan dibangun sepanjang delapan kilometer. Lebar jalan keseluruhan 12 meter dengan lebar perkerasan beton tujuh meter.

“Pembangunannya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Jika tidak ada kendala 2019 sudah bisa dimulai. Sehingga nantinya pembangunan pabrik baja seluas 700 hektare tidak mengganggu jalan kabupaten atau mengganggu masyarkat,” tandasnya.

Pihaknya bersama Bupati Kendal, Mirna Annisa mengaku sudah melakukan audensi dengan Pemprov Jateng dan lansung disetujui terkait pembangunan pabrik baja maupun jalan dengan memanfaatkan tanggul sungai Kalibodri.

“Dari Gubernur maupun Dinas PSDA ESDM sangat mendukung. Sebab, nantinya keberadaan jalan justru akan membuat tanggul sungai menjadi kuat. Sebab sebelum dibangun jalan, tentunya yang harus dibangun adalah talud,” tandansya.

Pembangunannya sendiri akan dilakukan bertahap, yakni Wonosari-Kebonharjo sepanjang 4,8 kilometer dan Kebonharjo-Patebon 3,2 kilometer. “Jadi pembangunannya dimulai dari sisi utara ke selatan,” tandasnya.

Sementara Bupati Kendal, Mirna Annisa menambahkan pembangunan jalur produksi di tanggul sungai Kalibodri menurutnya akan menguntungkan Kendal. Sebab jalur tersebut nantinya bisa menjadi akses warga. “Selain itu, sungai akan terpantau jadi tidak talud yang jebol lagi,” paparnya.

Ia menambahkan, dirinya memiliki rencana untuk menjadikan Sungai Kalibodri nantinya tempat wisata perahu. “Jadi pengunjung bisa menikmati wisata perahu sambil menikmati pemandangan,” imbuhnya.

Dipaparkannya, KIS nantinya selain dibangun pabrik baja juga akan dibangun kawasan industri hilir yang menyokong pabrik baja. Seperti pembuatan sparepart atau produksi lainnya yang berbahan baku dari biji baja.

“Jadi nantinya kawasan tersebut sangat banyak menyerap tenaga kerja. Harapannya, di Kendal nantinya tidak ada pengangguran. Karena Kendal akan memiliki dua kawasan industri. Satu lainnya yakni Kawasan Industri Kendal (KIK) yang berada di Kaliwungu,” pungkasnya. (bud/bas)