Tak Malu Jualan Susu Kambing di Kampus

Devia Rizqi Agustina-Bella Arinal Haque, Kakak Adik Kuliah di UIN Walisongo sambil Bisnis

495
ENTERPRENEUR MUDA: Devia Rizqi Agustina-Bella Arinal Haque menunjukkan aksesoris dari kayu Kaokah. (FATKHIATUL MILADYAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ENTERPRENEUR MUDA: Devia Rizqi Agustina-Bella Arinal Haque menunjukkan aksesoris dari kayu Kaokah. (FATKHIATUL MILADYAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Kakak adik, Devia Rizqi Agustina dan Bella Arinal Haque masih berstatus mahasiswi UIN Walisongo Semarang. Namun keduanya sama-sama jago berbisnis. Tak hanya itu, sang kakak juga nyambi sebagai guru di sela kuliah. Seperti apa?

FATKHIATUL MILADYAH

SUKSES di usia muda menjadi cita-cita Devia Rizqi Agustina dan Bella Arinal Haque. Sebagai mahasiswi, keduanya harus kreatif dan pintar. Di tengah kesibukannya kuliah, kakak adik ini tak pernah mengeluh dengan pekerjaan sebagai penjual susu kambing, aksesoris dari kayu Kaokah,  bisnis hijab, make up artist (MUA) dan seorang guru. Devia kelahiran Demak 08 Agustus 1995 saat ini menekuni bisnis aksesoris dari kayu Kaokah, mulai kalung, kayu dan tasbih. Selain itu, ia juga mengajar di SD Annisa Semarang.

Alhamdulillah saya sudah bekerja sebagai guru SD untuk menambah penghasilan. Saya terus berbisnis agar bisa menambah uang saku untuk keperluan sehari-hari, dan membantu untuk keperluan wisuda tanpa meminta orang tua. Setelah wisuda, saya ingin mengembangkan bisnis ini,” ujar mahasiswi tingkat akhir jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI)  UIN Walisongo Semarang ini.

Sedangkan sang adik, Bella, merintis bisnis susu kambing sejak awal kuliah. Gadis kelahiran Kudus, 20 Mei 1997 ini sudah bisa memenuhi kebutuhannya dari kantong sendiri. Uang kiriman orangtuannya ditabung untuk keperluan lain. “Sejak semester 1, saya berjualan susu kambing dan sekarang juga bertambah penghasilannya membuka online shop hijab yang Alhamdulillah makin banyak peminatnya,”ucap mahasiswi semester 7 Jurusan Perbankan Syariah UIN Walisongo Semarang.

Saat ini, pelanggan susu kambing Bella semakin banyak. Dalam sebulan, ia bisa menjual hingga 500 boks pesananannya. Bella mengaku kulakan susu kambing dari kota Pati. Kebetulan ibunya juga menjadi distributor susu kambing di Kabupaten Kudus. Ia tak malu berjualan susu kambing di kampusnya. Dalam menjual susu kambing, banyak temannya yang merasa heran. Tak jarang, dia diledek oleh teman-temannya, tapi tidak dihiraukannya.

“Pernah ada sih yang bilang, kok mau sih jualan susu kambing? Terus aku jawab dong biar bisa nabung sendiri toh ini pekerjaan yang halal. Dan akhirnya temen-temenku ketagihan buat mencicipi susu kambing saya dan Alhamdulillah sudah menjadi langganan,” ucap gadis cantik ini.

Kakak adik ini tak hanya punya bakat berbisnis, keduanya juga mempunyai keahlian dalam bidang merias. Terkadang saat event-event tertentu, keduanya diundang untuk menjadi make up artist di salah satu acara. Dari bisnisnya ini, penghasilan kakak adik ini mencapai jutaan rupiah. Keduanya bercita-citanya bisa pergi ke tanah suci bersama kedua orangtuannya.

Baik Devia maupun Bella mengaku terinspirasi untuk berbisnis dari nenek dan ibunya. Keduanya sama-sama wirausahawan.

Saat ini, Devia dan Bella menjadi santriwati dan tinggal di Pondok Pesantren Al-Ma’rufiyah Beringin, Ngaliyan, Semarang. Seiring berjalannya waktu, keduanya ingin selalu menambah bisnis-bisnis lainnya. Menambah berbisnis aksesoris kaokah dan online shop dari satu tahun yang lalu dan sampai sekarang sudah semakin jaya dan lancar usahanya.

Dengan kesibukannya belajar, mengaji dan mengajar, tak menghalangi kakak beradik ini untuk berprestasi dan selalu mementingkan pendidikannya.

“Hidup di dunia pesantren tak menghalangi saya dan kakak saya untuk kuliah dan berbisnis. Itu juga sebuah keberkahan yang saya rasakan dari dulu hingga sekarang. Harus bisa pintar membagi waktu antara kuliah, mengaji, dan berbisnis. Prinsip saya juga tak hanya mencari duniawinya saja, tapi ya duniawi dan akhirat harus seimbang. Kita harus bisa bener-bener membagi waktu kita sebaik  mungkin,” kata Bella.

Baik Devia maupun Bella mengaku terinspirasi untuk berbisnis dari nenek dan ibunya. Keduanya sama-sama wirausahawan.  Orangtua keduanya juga selalu memberikan dukungan dan motivasi. Kakak adik ini juga merasa bangga sudah bisa mengumpulkan uang sendiri tanpa meminta orang tuanya. Orangtuanya kerap mengingatkan agar pekerjaannya tidak mengganggu aktivitas kuliahnya dan mencari ilmu di dunia maupun di akhirat. Setiap weekend, kakak adik ini membuka lapak di Car Free Day (CFD). Pelanggan mereka juga semakin banyak diburu oleh semua orang. Kakak beradik ini membuka lapak saat weekend saja agar tidak mengganggu waktu kuliahnya.

“Setiap buka lapak di CFD, Alhamdulillah sangat ramai pelanggan dan memiliki costumer sendiri. Penghasilan per bulan kira-kira mencapai puluhan juta rupiah. Sebagian ditabung dan saya kasihkan ke ibu saya. Ini juga untuk biaya kuliah saya dan kakak, serta untuk  keperluan-keperluan pribadi kami tanpa meminta uang dari orang tua, ” ucap sang adik.

Berbisnis hijab dengan brand sendiri dan model sendiri juga menjadi tambahan penghasilan bagi kakak adik ini. Bisnis pertama mereka hanya menjual susu kambing, dan merembet karena dengan ketekunannya dan ide-ide yang pintar dan kreatif dari kakak radik ini, bisa menambah bisnis-bisnis lainnya seperti yang sudah di jalaninya sampai sekarang.

“Selalu bersyukur apa yang saya dan adik saya jalani. Keberkahan selalu kami Syukuri apalagi Ridho orang tua. Dari ridho orang tua, Allah pun pasti ridho. Dan semoga tetap bisa membagi waktu antara duniawi dan akhirat. Terus berusaha ikhtiar semoga bisa memperbanyak bisnis produk –produk  kaokah dan jilbabnya yang bertambah banyak model dan pelanggan setia. Dan juga bisa membuka toko atau butik di berbagai daerah, dan juga bisa membahagiakan keduaorang tua saya,” papar mahasiswi semester akhir ini. (*/aro)