RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah terus melakukan pemberantasan peredaran gelap narkoba di wilayah Jateng. Sebagai langkah pencegahan, BNNP Jateng gencar melakukan sosialisasi ke berbagai kalangan, termasuk karyawan apartemen.

Menurut Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo, para pelaku maupun bandar narkoba terus mencari kelengahan petugas dalam mengedarkan barang haram. Bahkan, modus-modusnya sekarang semakin rapi. Mereka banyak yang memanfaatkan hotel sebagai peredaran narkotika.

“Hotel dan apartemen ini kan selalu dijadikan sebagai tempat tidak baik, untuk penggunaan, transaksi (narkotika). Makanya kita harus peka terhadap lingkungan sekitar, mewaspadai berbagai bentuk peredaran narkotika, karena modusnya sekarang semakin rapi,” ungkapnya saat kegiatan sosialisasi kepada karyawan apartemen di Semarang, Senin (20/8).

Pihaknya sangat mengapresiasi kepada PT Property Project Semarang Payon Amarta dan The Alton Apartemen yang turut peduli dengan pemberantasan peredaran narkoba.

Tri Agus menerangkan, perusahaan tersebut mencanangkan bangunan tempat hunian tersebut bebas narkoba.  “Mereka itu kan membangun apartemen termasuk di Kota Semarang. Konsepnya bagus, mau menjadikan apartemen bebas narkoba. Mereka melakukan sosialisasi kepada karyawannya, internal maupun penghuninya. Ini sangat bermanfaat untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkoba,” bebernya.

Ia berharap, sosialiasi ini nantinya bisa terus berlanjut dan menjadi percontohan terhadap perusahaan lain. Menanggapi terkait adanya razia ataupun tes urine terhadap penghuni apartemen maupun karyawan, Tri Agus menegaskan, kegiatan tersebut bisa saja dilakukan secara dadakan.

“Iya, itu secara bertahap pasti mengarah ke sana juga. Kalau apartemen sudah mendeklarasikan bebas narkoba, maka tes urine secara mandiri tentunya sudah dilakukan,” tegasnya.

Project Director PT PP TBK Project Jawa Tengah, Siswady Djamaluddin, menyampaikan telah membangun dua apartemen di Tembalang dan Ngaliyan, berdekatan dengan aktivitas perkuliahan mahasiswa. Sehingga PP Property dengan BNN bekerjasama mengambil bagian untuk mencegah beredarnya atau terjadinya pemanfaatan obat terlarang khususnya di apartemen. “Ya, supaya bebas narkoba. Sehingga kami berperan serta ingin membantu dalam hal bagaimana mencegah narkoba menyebar terutama di generasi penerus,” katanya.

Pihaknya juga akan terus aktif melakukan sosialisasi kepada karyawan maupun penghuni apartemen miliknya. Menurutnya, sosialisasi internal lebih penting dilakukan dengan alasan sebagai ujung tombak pelaksanaan di lapangan untuk membantu pencegahan.  “Kami PP Property akan berkoordinasi dengan BNN sebagai pencegahan, nanti ada sensor sebelum masuk ke apartemen untuk mengetahui membawa obat obat terlarang, screaning semacam x-ray,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan tes urine sewaktu-waktu. Bahkan, pihaknya dari awal telah melakukan komitmen kepada penghuni maupun pemiliknya untuk menjaga supaya generasi penerus bangsa terselamatkan dari ancaman narkoba. “Ya, mudah-mudahan ini diikuti oleh properti-properti lainya. Kalau (penghuninya) melanggar klausul langsung di proses hukum sesuai aturan BNN,” harapnya. (mha/aro)