RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Kinerja penjualan eceran Kota Semarang pada bulan Juli terindikasi mengalami penurunan. Perkembangan ini tercermin dari IPR Juli 2018 yang tercatat sebesar 180,5. Jumlah tersebut turun 4,6 persen bila dibanding bulan sebelumnya.

Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra mengatakan, lima dari delapan kelompok komoditas diperkirakan mengalami penurunan omzet penjualan dari bulan sebelumnya.“Adapun kelompok yang mengalami penurunan terdalam yaitu kelompok peralatan dan komunikasi, perlengkapan rumah tangga, serta suku cadang dan aksesori,” ujarnya, kemarin.

Namun demikian, ekspektasi omzet penjualan pada tiga dan enam bulan yang akan datang masih berada pada level optimistis. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan yang berada di atas angka 100. Indeks Ekspektasi Omset Penjualan 3 bulan mendatang (Oktober 2018) tercatat sebesar 107,0. Sementara Indeks Ekspektasi Penjualan 6 bulan mendatang (Januari 2019) sebesar 151,2.

“Meski begitu kenaikan harga secara umum diperkirakan masih terjadi pada tiga dan enam bulan yang akan datang (Oktober 2018 dan Januari 2019). Indikasi ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga Umum 3 bulan mendatang (Oktober 2018) yang sebesar 132,6 dan Indeks Ekspektasi Harga Umum 6 bulan mendatang (Januari 2019) yang sebesar 172,1,”ujarnya.

Ia menambahkan, sebelumnya pada Juni lalu penjualan eceran Kota Semarang justru mengalami peningkatan secara bulanan. Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil Survei Penjualan Eceran, di mana indeks penjualan eceran riil (IPR) tercatat sebesar 189,2, atau naik sebesar 6,1 persen (mtm).

“Kenaikan penjualan dialami oleh hampir seluruh kelompok komoditas. Adapun pertumbuhan tertinggi terjadi pada komoditas perlengkapan rumah tangga, dan suku cadang dan aksesori,” imbuhnya. (dna/bas)