Pemkot Diminta Tertibkan Iklan Rokok

1258

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Muhammadiyah Tobacco Control Center Universitas Muhammadiyah (MTCC-UM Magelang) mendesak pemerintah kota agar menertibkan berbagai promosi atau iklan yang berkaitan dengan rokok. Pasalnya, berbagai iklan rokok ikut memberi pengaruh bertambahnya angka perokok aktif anak di bawah umur (baby smokers-young smokers).

Person In Charge (PIC) Media Network and Communcation MTCC UM Magelangr Rochiyati Murni Ningsih mengatakan, jumlah perokok dari tahun ke tahun terus meningkat dan berimbas terhadap penduduk yang tidak merokok namun terpapar asap rokok atau menjadi perokok pasif.

Ia prihatin dengan banyaknya papan iklan reklame rokok yang tersebar di jalan raya Kota Magelang. Bahkan, di Jalan A Yani Kota Magelang, ada papan iklan pemerintah berdampingan dengan papan iklan rokok. “Ada reklame penghargaan Kota Layak Anak (KLA) yang diberikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu Yohana Yembise kepada Wakil Wali Kota Magelang, Ibu Windarti Agustina, tetapi di belakangnya ada iklan rokok. Tentu ini sangat kontradiksi dan ironi,” ujar Rochiyati, Senin (20/8).

Dengan status Kota Magelang yang meraih KLA sebanyak dua kali, harusnya Pemkot Magelang memiliki komitmen untuk menerapkan sistem pembangunan berbasis anak. Salah satunya, menurut Rochiyati, adalah perlindungan anak dari zat adiktif dengan penerapan regulasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) komprehensif. Aturan KTR termasuk mengatur tentang pengaturan sponsor iklan rokok. (had/ton)