APRESIASI PELANGGAN : Acara Gebyar Wirausaha Mitsubishi di Hotel Sae Inn Kendal bersama konsumen Mitsubishi berlangsung meriah. (PT Borobudur Oto Mobil Cabang Weleri for JP Radar Semarang)
APRESIASI PELANGGAN : Acara Gebyar Wirausaha Mitsubishi di Hotel Sae Inn Kendal bersama konsumen Mitsubishi berlangsung meriah. (PT Borobudur Oto Mobil Cabang Weleri for JP Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pasar kendaraan light commercial vehicle (LCV) atau kendaraan niaga Mitsubishi cukup menjanjikan. Hal ini dipengaruhi oleh majunya roda perekonomian dan perdagangan di Jawa Tengah yang mulai bergeliat termasuk di Kabupaten Kendal.

Sales Manager PT Borobudur Oto Mobil Cabang Weleri, Abdul Jamil mengatakan, pasar LCV yang ada di Kendal pun turut bergeliat. Bahkan bisa dibilang sangat kuat, lantaran dalam sebulan diler bisa menjual sedikitnya 45 sampai 50 produk LCV all varian.

“Dalam sebulan kami bisa menjual mininal 45 unit, permintaan pasar cukup tinggi dan mayoritas dipesan oleh pelaku wirausaha,” katanya usai acara Gebyar Wirausaha Mitsubishi di Hotel Sae Inn Kendal kemarin malam.

Lanjut dia, acara Gebyar Wirausaha Mitsubishi sengaja digelar untuk menjaga hubungan baik dengan pelanggan Mitsubishi dan mencari konsumen baru. Selain itu juga memperkuat brand Mitsubishi dan kendaraan niaganya kepada konsumen.

“Mayoritas konsumen kami melakukam repeat order karena puas dengan LCV Mitsubishi. Kami juga mengenalkan produk New Triton Athlete dan mempromosikan Triton SC 4×2, untuk memperkuat posisi LCV,” tambahnya.

Dalam acara tersebut, diberikan berbagai kemudahan kepada konsumen ataupun calon konsumen yang ingin membeli, menambah unit atau melakukan peremajaan unit dengan berbagai program promo di antaranya DP rendah dan anguran ringan, serta hadiah langsung mulai dari TV hingga rice cooker bagi calon pembeli. “Sambutannya sangat antusias, terbukti ada 21 pelanggan yang melakukan pengajuan SPK,” ucapnya.

Untuk produk unggulam LCV, menurutnya masih pada produk L300. Disusul T120SS dan Triton 2X1 yang sangat diminati kalangan wirausaha. (den/lis)