Maybank Latih Kalangan Difabel Berwirausaha

1016
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN : Kepala OJK Jateng-DIJ, Bambang Kiswono didampingi ABM PT Maybank Semarang, Prayudi Suryopranoto berbincang dengan para difabel di Pusdiklat BKK Jateng Semarang, Sabtu (18/9). (IDA N LAYLA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN : Kepala OJK Jateng-DIJ, Bambang Kiswono didampingi ABM PT Maybank Semarang, Prayudi Suryopranoto berbincang dengan para difabel di Pusdiklat BKK Jateng Semarang, Sabtu (18/9). (IDA N LAYLA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kepedulian memandirikan kaum difabel, diupayakan oleh Maybank Indonesia dan Maybank Foundation di Pusdiklat BKK Jateng Semarang, Sabtu (18/9). Yakni, dengan mengundang 80 difabel dari berbagai kota di Jateng untuk dibekali tentang kewirausahaan dan pengelolaan keuangan yang baik.

Kendati begitu, kaum difabel yang hadir tersebut sebagian besar telah memiliki usaha. Di antaranya, penjahit, penjual makanan, penjual souvenir, jasa reparasi elektronik, ternak lele, sablon, pembuat tenun, sol sepatu hingga usaha penyewaan alat peraga.

Area Branch Manager PT Maybank Indonesia Semarang, Prayudi Suryopranoto, mengatakan bahwa pelatihan bertema Reach Independence and Sustainability Entrepreneur (RISE) ini dilakukan selama 3 hari. ”Dalam tiga hari mereka dibekali pengetahuan pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, dan perubahan pola pikir,” jelas Prayudi.

Kemudian tiga sampai enam bulan dilakukan pendampingan atau program mentoring terstruktur. Dalam jangka waktu tersebut, para peserta akan didampingi mentor secara personal untuk meningkatkan pendapatan dan kapasitas usaha. Harapannya, bisa meningkatkan taraf hidup para difabel.

“Kami berharap dengan ikut pelatihan ini dapat meningkatkan kapabilitas usaha mikro UMKM kaum difabel sehingga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan di sekitarnya,” tandasnya.

Sementara itu, pelatihan RISE di Semarang ini adalah kota keempat di regional Jateng dan DIJ, setelah sebelumnya di Solo, Bantul, dan Jogjakarta. ”Dari tiga pelatihan sebelumnya tersebut, program RISE ini telah memberikan pelatihan kepada 176 peserta. Hasilnya bisa meningkatkan penghasilan kaum difabel rata-rata 170 persen per bulan,” paparnya.

Secara nasional, imbuhnya, program RISE ini menargetkan pelatihan kepada 2.200 para difabel hingga 2019. Awal mulanya program ini diinisiasi di Malaysia dan telah diikuti lebih dari 1.300 peserta di negara asalnya. Kemudian pada 2016 mulai dikembangkan ke regional termasuk ke Indonesia dan Filipina.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng-DIY, Bambang Kiswono. Beberapa contoh hasil karya dari usaha peserta pelatihan turut didisplai. (ida)