RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah menginginkan pendidikan karakter dikuatkan. Tidak hanya kemampuan akademis, pemerintah menginginkan siswa memiliki karakter yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.

”Kita pengen punya anak yang punya unggah ungguh, cinta keluarga, hormat orangtua, pemimpin bangsa dan negara,” ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam hal ini, Ganjar mengatakan, akan mendorong kapasitas para tenaga pendidik. Selain itu, juga akan membangun kultrur pendidikan yang pas. Dengan demikian, ia berharap, pengenalan nilai-nilai ke-Indonesiaan pancasila dapat masuk kepada para siswa.

Kepala Dinas Penddidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Gatot Bambang Hastowo mengaku terus mendorong sekolah untuk memberikan pendidikan karakter. Sebab, dalam hal ini, yang secara langsung bersentuhan dengan dengan siswa adalah sekolah.

Kepada para guru, ia meminta 5-10 menit sebelum pelajaran usai untuk memberikan muatan karakter. Ia mencontohkan, sopan santun dan budaya antri menjadi penting untuk ditanamkan kepada para siswa.

”Karena antri ternyata banyak filosofinya. Manajemen waktu, kalau ingin di depan datang awal, meghargai yang lain, disiplin dan sabar. Ini yang akan kami tanamkan,” ujar Gatot.

Dia menjelaskan, selama ini di sekolah-sekolah memang sudah berjalan pendidikan karakter melalui sejumlah kegiatan. Seperti kegiatan kepramukaan hingga yang berkaitan dengan religi.

”Di sekolah menengah dan khusus, ada waka urusan kesiswaan. Itu yang mengendalikan pendidikan karakter. Banyak kegiatannya baik ektra, intra maupun co-kurikuler untuk memberikan pendidikan karakter ini,” ujarnya.

Selain pendidikan karakter, Gatot menambahkan, para siswa juga selalu dirangsang untuk memiliki kreatifitas serta kemampuan berpikir kritis. Dalam hal ini, sekolah diminta untuk memberikan pekerjaan rumah yang bersifat pengamatan. ”Pak Menteri menyampaikan bahwa tidak boleh adanya PR berupa drill. Misalnya dikasih 100 soal. Tapi PR yang sifatnya menumbuhkan kreativitas. Melalui penelitian, dan pengamatan misalnya,” tandasnya. (sga/zal)