KPU Ajak Parpol Terlibat Dalam Karnaval Budaya

303
KARNAVAL BUDAYA: Partai politik dilibatkan dalam kemeriahan karnaval budaya memperingati HUT RI ke-73 di Kabupaten Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KARNAVAL BUDAYA: Partai politik dilibatkan dalam kemeriahan karnaval budaya memperingati HUT RI ke-73 di Kabupaten Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – KPU Kabupaten Semarang memanfaatkan karnaval budaya dalam rangka memperingati HUT RI ke-73 untuk mensosialisasikan partai politik (parpol) peserta pemilu. Ketua KPU Kabupaten Semarang, Guntur Suhawan mengungkapkan jika sebanyak 16 parpol peserta pemilu diundang untuk berpartisipasi dalam pawai budaya tersebut.

“Sosialisasi memanfaatkan parade budaya memang momentum sangat bagus. Mengingat 6 bulan lagi yaitu pemilu serentak dan harus kita terus sosialisasikan,” ujar Guntur, Senin (20/8).

Dijelaskan Guntur, meski semua parpol diundang, namun hanya beberapa yang ikut berpartisipasi. Meski begitu, pihak KPU Kabupaten Semarang tetap mensosialisasikan nama-nama parpol peserta pemilu tersebut.“Semua kita undang, namun hanya beberapa yang berpartisipasi,” katanya.

Adapun tujuan KPU melakukan sosialisasi yaitu untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilu serentak nanti. Selain itu juga mengenalkan kepada masyarakat nama-nama parpol peserta pemilu. “Disitu (karnaval budaya, red) masyarakat berkumpul dan kita sosialisasikan pelaksanaan pemilu. Sehingga kami libatkan parpol-parpol peserta pemilu untuk mengikuti parade budaya,” ujarnya.

Untuk lebih memerihakan, KPU Kabupaten Semarang juga melibatkan pelaku kesenian drumblek Kabupaten Semarang. Menurut Guntur, pelaku kesenian merupakan salahsatu generasi pegiat demokrasi.

Melibatkan pelaku kesenian, lanjutnya, sama halnya dengan mengajak untuk ikut mensukseskan pesta demokrasi pada pemilu serentak nanti. “Kita bawa bendera-bendera parpol peserta dengan ikut parade budaya,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Guntur juga terus berseru melalui pengeras suara kepada masyarakat yang menyaksikan untuk tetap menggunakan hak pilihnya dalam pemilu serentak nanti.“Kami mencoba memberikan informasi kepada masyarakat supaya ikut mensukseskan pesta demokrasi pada pemilu serentak yang tinggal 6 bulan lagi ini,” ujarnya.

Selain itu, dalam sosialisasi tersebut pihaknya juga mengimbau supaya dalam pesta demokrasi tidak diwarnai dengan perilaku anarki, penyebaran berita hoax, dan money politik.“Siapapun pemimpin itu merupakan amanah. Parpol ini sudah kita tawari untuk ikut sosialisasi bebarengan dengan pawai ini,” ujarnya. (ewb/bas)