Kembangkan Pusat Unggulan Inovasi

314
INOVASI: Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenristekdikti, Ainun Na’im (kiri) saat menghadiri Okkabun mahasiswa Instiper, di SEAT Bawen, Kabupaten Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INOVASI: Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenristekdikti, Ainun Na’im (kiri) saat menghadiri Okkabun mahasiswa Instiper, di SEAT Bawen, Kabupaten Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Institut Pertanian Stiper (Instiper) Jogjakarta diminta untuk mewujudkan pusat unggulan inovasi dibidang pertanian. Hal itu dikatakan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenristekdikti, Ainun Na’im saat menghadiri Orientasi Kampus dan Pengenalan Kebun (Okkabun) mahasiswa Instiper, di Stiper Edu Agro Tourism (SEAT) Bawen, Kabupaten Semarang, Senin (20/8).

“Saya telah meminta Rektor Instiper untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan Direktorat Jenderal (Dirjen) Kelembagaan Kemenristekdikti untuk membuat Pusat Unggulan Inovasi tersebut,” kata Ainun.

Dikatakannya, melalui pusat unggulan pertanian tersebut dapat memfasilitasi berbagai pengembangan riset. Juga pengembangan teknologi oleh mahasiswa kampus tersebut. Adapun bentuk dukungan yang diberikan Kemenristekditi untuk mendorong riset perguruan tinggi dibidang pertanian melalui hibah.

Hibah tersebut, lanjutnya, untuk membawa temuan perguruan tinggi kepada masyarakat. “Sehingga di Instiper, misalnya, ada teknologi yang akan dimasukkan ke pasar masyarakat kita bisa membantu,” jelasnya.

Selain itu dukungan juga diwujudkan melalui pengembangan kelembagaan. Karenannya, ia meminta kepada Rektor Instiper untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan Direktorat Jenderal Kelembagaan. “Karena direktorat inilah yang punya kegiatan-kegiatan guna memfasilitasi pengembangan teknologi pusat unggulan inovasi,” katanya. S

eperti diketahui, Instiper memiliki program studi (prodi) vokasional tingkat Pendidikan Tinggi (PT) yang telah melakukan transformasi dan melakukan reformasi sehingga sesuai dengan kondisi ideal PT vokasi.

Pada kesempatan yang sama Rektor Instiper Jogjakarta, Purwadi mengatakan, untuk menyambut tantangan pendidikan di masa datang, perguruan tinggi (termasuk di bidang pertanian dan perkebunan) harus adaptif.“Karena sekarang ini isu yang kencang dibahas adalah revolusi industri 4.0. tetapi orang hanya berdiskusi terus,” kata Purwadi. (ewb/bas)