Kantongi Uji Hemat Listrik Dari UI

Dua AC Terbaru LG Siap Meluncur

447

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Menyandang gelar pemimpin pada pasar AC inverter di Indonesia dengan 58.8 persen pangsa pasar, PT. LG Electronics Indonesia (LG) makin agresif. Hal ini dilakukan dengan memperkenalkan AC Single Commercial Air Conditioning (SCAC) terbaru sebagai solusi bagi hunian besar dan ruang usaha .

Dua produk ini  diperkenalkan LG dalam kategori Floor Standing &Ceiling Cassette berbasis teknologi inverter. Produk ini hadir sebagai alternatif pendingin ruangan lebih hemat listrik yang mengisi ceruk kebutuhan pendingin ruangan antara hunian dan gedung.

Seungmin Park, President Director LG Electronics Indonesia mengatakan , kedua produk baru ini tak hanya hemat listrik, tetapi LG juga melakukan pengujian tingkat konsumsi listrik di lembaga Electric Power and Energy Studies (EPES) pada Universitas Indonesia. Pengujuian ini untuk  memperkuat tingkat kepercayaan masyarakat akan manfaat AC berteknologi inverter pada hematnya tagihan listrik.

.“Semakin tingginya tingkat kepercayaan masyarakat akan teknologi inverter, semakin mempercepat mereka  beralih pada gaya hidup hemat energi,” tambah  Jack Kim, Air Conditioning Business Leader LG Electronic Indonesia

Proses pengujian AC pada Electric Power and Energy Study (EPES) di Universitas Indonesia ini sendiri dilakukan sepanjang 2 bulan yang melibatkan  dua model Single Commercial Air Conditioning LG tipe ceiling cassette dan floor standing yang masing-masing memiliki kuat pendinginan 4PK dan 5PK menjadi subjeknya. Dua pengaturan suhu ditetapkan, 18°C dan 24°C, mewakili dua kutub temperatur yang biasa dimanfaatkan dalam pemakaian AC.

Menambah kejelian dalam hasil, periset EPES-UI membagi tiap kondisi temperatur ini ke dalam tiga beban pendinginan. Hal ini dibuat untuk semakin mendekati gambaran penggunaan nyata dengan perubahan kondisi suhu lingkungan sekitar sepanjang hari. Pengukuran beban pendinginan 20 persen  mewakili suhu sekitar cenderung sejuk seperti di malam hari, 50 persen  saat cuaca normal cenderung panas hingga beban pendinginan 100 persen yang mewakili saat AC bekerja pada cuaca terik.

“Dari berbagai pengujian inilah kami mendapatkan hasil Single Commercial Air Conditioning LG dengan kompresor inverter mampu menekan penggunaan listrik secara signifikan dibanding produk sejenis tanpa teknologi inverter,” ujar Prof. Dr. Ir.  Iwa Garniwa– Head Of Electrical Power And Energy Studies – University of Indonesia     (EPES-UI). Lebih dalam terkait hasil uji tersebut, ia menyatakan, produk Single Commercial AC LG tipe floor standing memiliki tingkat penghematan listrik hingga 62 persen dan tipe ceiling cassette penghematan listriknya hingga 50 persen.

Di pilihnya Universitas Indonesia sendiri terkait dengan reputasi lembaga akademis ini yang dibangun sejalan dengan visinya sebagai universitas riset. Hasil pengujian dari pihak independen dengan reputasi besar inilah yang menurutnya akan semakin menguatkan kepercayaan publik dengan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan terkait tingkat konsumsi.

“Dengan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, memastikan masyarakat mendapatkan seluruh hak yang dijanjikan. Bukan lagi sebatas klaim,” ujar Pramu Baskoro – Air Solution Channel Team Leader LG Electronics Indonesia. (*/tya)