Daging Mahal, Daya Beli Masyarakat Turun

170
CEK LAPANGAN: Anggota Komisi VI DPR RI Abdul Wachid di pasar Bintoro, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Mahalnya harga daging dan sembako dipasaran beberapa waktu lalu turut mempengaruhi menurunnya daya beli masyarakat. Hal ini disampaikan seorang pedagang ayam,  Nur Cholifah, 57, saat dimintai keterangan anggota Komisi VI DPR RI Abdul Wachid bersama Yudi Hidayata dan Guntur Saputra dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)  yang melakukan sidak kebutuhan pokok sembako  di Pasar Bintoro, Kota Demak, kemarin.

Menurut Cholifah, sebelumnya harga daging ayam melambung hingga Rp 38 ribu perkilogram. Karena mahal, masyarakat yang hendak membeli banyak yang mengurungkan untuk belanja daging. “Saya jualan 15 kilogram daging ayam tidak bisa habis karena pembeli sepi akibat daging ayam mahal,” katanya.

Menurutnya, mahalnya harga daging diakui sangat memberatkan masyarakat dan dagangan pun sepi. “Dalam beberapa hari ini tremasuk menjelang Idul Adha harga daging ayam berangsur turun. Harganya Rp 32 ribu perkilogram. Sebagai pedagang, kita berharap harga daging bisa stabil sehingga daya beli masyarakat meningkat,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan pedagang telur, Darwati, 48. Menurutnya, harga telur satu krat dengan isi 10 kilogram bisa mencapai Rp 265 ribu. “Saat mahal seperti itu, sebagai pedagang juga galau. Sebab, daya beli menurun. Sekarang harga telur mulai turun yaitu Rp 210 satu krat dengan isi 10 kilogram atau Rp 23 ribu perkilogram. Saya kulakan telur dari Kudus, Ungaran dan Boja Kendal,” katanya.

Harga daging ayam di Pasar Bintoro Rp 32 ribu perkilogram, telur Rp 23 ribu perkilogram, daging sapi Rp 85 ribu perkilogram, daging kerbau Rp 70 ribu perkilogram, cabe rawit Rp 30 ribu perkilogram, bawang putih Rp 22 ribu perkilogram dan harga beras Rp 9 ribu perkilogram.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Demak, Mukti Kholil mengatakan, harga kebutuhan pokok yang stabil dapat meningkatkan daya beli masyarakat. “Kita berharap, masyarakat tidak terbebani dengan harga kebutuhan sehari hari,” ujarnya. (hib/bas)