RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Perum Bulog Divre Jawa Tengah terus melakukan serapan gula petani dengan harga Rp 9.700 perkilogram. Penyerapan ditargetkan dapat mencapai hingga 38 ribu ton

“Realisasi serapan gula petani mencapai lebih dari 2.000 ton sejak awal bulan lalu. Penyerapan tersebut berasal dari petani di Pati, Tasikmadu Karanganyar dan Pekalongan,” ujar Kepala Perum Bulog Divre Jateng, M Sugit Tedjo Mulyono, kemarin.

Mekanisme penyerapan gula, ujarnya, kini sedikit berbeda bila dibanding sebelumnya. Yaitu, sebelumnya Bulog harus melakukan sejumlah survei terkait kelaikan gula. Sedangkan saat ini pengadaan menggunakan mekanisme pengajuan kuantum dari Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) DPD Jawa Tengah per periode giling.

“Gula yang diserap adalah gula-gula yang telah lolos Standar Nasional Indonesia (SNI). Kalau dulu kami harus lakukan survey, tapi kalau sekarang kami serahkan pada pabrik gula untuk menyeleksi gula-gula yang ber-SNI. Sepanjang produk tersebut sudah lolos SNI, maka kami terima,” ujarnya.

Sejauh ini, lanjutnya, gula-gula ber-SNI yang telah diserap tersebut belum banyak diedarkan ke masyarakat. Pihaknya masih terus melakukan penyerahan untuk bahan persediaan sekaligus untuk stabilisasi harga.

“Stok kami cukup banyak. Tapi tugas kami adalah menstabilisasi harga dan melindungin petani, oleh karena itu kami wajib membeli gula-gula petani tersebut. Dan sementara, yang sudah terserap untuk stok,” ujarnya.

Hal ini, imbuhnya, sebagai salah satu komitmen dalam menjalankan amanah penugasan sembilan pangan pokok. “Komitmen ini sejalan dengan komitmen presiden agar ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia dapat terjamin dan terwujud swasembada pangan,” ujarnya. (dna/bas)