Warga Pertanyakan Pendidikan Gratis

1181
SERAP ASPIRASI: Sekretaris Komisi C DPRD H. Sallafudin memberikan arahan dalam masa reses ke-3 DPRD Kota Magelang, Minggu (19/8) di RM New Kebon Tebu. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
SERAP ASPIRASI: Sekretaris Komisi C DPRD H. Sallafudin memberikan arahan dalam masa reses ke-3 DPRD Kota Magelang, Minggu (19/8) di RM New Kebon Tebu. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Puluhan warga mempertanyakan komitmen Pemerintah Kota Magelang yang menjanjikan pendidikan gratis jenjang SD hingga SMP. Hal itu diungkapkan warga pada Minggu (19/8) saat masa reses anggota DPRD Kota Magelang, H. Sallafudin di RM New Kebon Tebu. Warga berkeyakinan, Pemkot tidak mampu mengakomodasi pendidikan gratis karena hingga saat ini masih ada pungutan.

Salah satu warga, Tarno, warga Jurangombo Selatan, mengatakan bahwa Pemkot tidak serius dalam menerapkan pendidikan gratis jenjang SD hingga SMP. Supriadi menuturkan masih banyak pungutan yang dilakukan oleh sekolah kepada siswanya. “Untuk itu, kepada pak Sallafudin selaku anggota DPRD, bisa meneruskan dan menanyakan komitmen Pemkot tentang pendidikan gratis seperti apa?” pinta Supriyadi.

Sementara warga lainnya, Supriyadi, warga Bojong, Jurangombo Selatan mempertanyakan tentang air mancur menari yang dibangun dengan anggaran fantastis tetapi sempat ditutup cukup lama. Supriyadi menuturkan, pembangunan air mancur menari lebih baik diarahkan untuk sasaran lain atau penerapan pendidikan gratis saja.

Sekretaris Komisi C DPRD, H. Sallafudin, mengungkapkan, keluhan warga tentang pendidikan gratis akan disampaikan kepada pemerintah. Gus Salaf (pangilan akrab Sallafudin), menyampaikan bahwa pihaknya sudah seringkali menyampaikan kepada Pemkot agar berkomitmen melaksanakan pendidikan gratis jenjang SD-SMP secara utuh.

“Akan kami sampaikan keluhan warga saat reses ini kepada forum DPRD. Yang jelas, kami berkomitmen kuat untuk mendorong pendidikan gratis sebagaimana komitmen dan janji Pemkot, tanpa ada pungutan apapun dari sekolah kepada para orangtua siswa,” papar Ketua DPC PKB Kota Magelang tersebut.

Terkait masalah air mancur menari, Gus Sallaf menuturkan pihaknya sudah meminta klarifikasi pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang mengurus air mancur menari. ”Dari hasil yang kami dapatkan, menurut DLH ada perbaikan terhadap air mancur menari yang saat ini masih dalam masa pemeliharaan pihak ketiga. Jadi dalam waktu dekat akan dibuka kembali,” jelas Gus Sallaf. (had/lis)