33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Pura-Pura Jadi Pembeli, Bawa Kabur Motor

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Masyarakat perlu waspada ketika hendak menjual kendaraan. Sebab, telah terjadi aksi pencurian sepeda motor (curanmor) di Kecamatan Banyumanik dengan modus pura-pura jadi pembeli, ujung-ujungnya bawa kabur motor.

Korban kali ini, Akhmad Noor, 42, warga Tamtama Barat, Ngesrep, Banyumanik. Sepeda motor Yamaha Vixion H 3725 BFG miliknya dibawa kabur orang tak dikenal, Sabtu (11/8) siang.

Kejadian berawal saat korban hendak menjual motornya. Merasa ingin cepat laku, pengusaha rumah makan ini berinisiatif memasang iklan di jejaring internet media sosial OLX, Kamis (8/9) 2018. Dua hari berikutnya, nomor handphone yang dicantumkan di OLX mendapat panggilan masuk orang tak dikenal, Sabtu (11/8) siang.

“Ada panggilan masuk ke handphone saya hari itu, sekitar pukul 12.45. Dia tidak memperkenalkan diri, tapi langsung bilang kalau tertarik ingin membeli motor saya,” ungkapnya, Rabu (15/8) kemarin.

Tanpa rasa curiga, korban langsung merespon penelpon tersebut. Akhirnya, korban dan pelaku janjian ketemu di daerah Candisari. “Karena susah mencari alamat rumah saya, kami janjian ketemu di Jalan Kesatrian, Candisari. Sampai rumah, orang itu melihat kondisi motor saya,” bebernya.

Penelpon inipun langsung melancarkan aksinya dengan cara pura-pura mencoba motor korban dengan alasan melihat kondisi mesin. Meski awalnya, penelpon menyuruh laki-laki yang bersamanya, namun ditolak dengan alasan tidak bisa mengendarai motor koplingan. “Akhirnya dia (pelaku, red) mencoba motor, tapi saya tunggu-tunggu tidak kembali,” katanya.

Lantas korban menghubungi nomor handphone pelaku. Namun sudah tidak bisa tersambung. Kemudian, korban minta nomor lain kepada laki-laki yang memboncengkan pelaku. Alangkah terkejutnya, laki-laki tersebut mengaku tidak mengenalnya. “Ngakunya dia sebagai ojek, hanya disuruh mengantar. Saya sempat tidak percaya, kemudian saya bawa ke Polsek Banyumanik untuk melaporkan kejadian ini,” jelasnya.

Di hadapan petugas, laki-laki tersebut mengaku hanya bekerja sebagai ojek pangkalan. Bertemu dengan pelaku saat mangkal di RSUD KMRT Wongsonegoro, kemudian diminta mengantarkannya. “Tukang ojek itu bilang, kalau dia sebelumnya mengantar pelaku ke penjual motor lain di Perumahan Graha Mulya dan Bukit Sari,” ujarnya.

Untuk mengetahui jejak pelaku, dia bersama pengendara ojek mendatangi rumah kedua penjual motor sebelumnya. Salah satunya, juga saling ketemuan di sebuah minimarket di Jalan Bukit Sari Raya. “Sampa di sana saya bercerita kepada karyawan dan meminta untuk melihat rekaman CCTV. Untungnya mereka mau menunjukkan kepada saya,” terangnya.

Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas wajah dan ciri-ciri pelaku yang kemudian digunakan untuk melapor ke kepolisian. Pihak korban juga telah mendatangi Mapolsek Banyumanik untuk melaporkan kejadian ini. (mha/ida)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Modus Cari Kos, Kuras Harta

SALATIGA- Pencuri dengan modus pura–pura mencari kos berhasil dibekuk. Nobertus Dipo Wibisono ,47, warga RT 8, RW 3, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta...

Maju di Bidang Pertanian dan Peternakan

RADARSEMARANG.COM, SURUH – Desa Ketanggi memiliki sistem pertanian yang cukup bagus. Dikatakan oleh kepala Desa Ketanggi Sugiyarto, kelompok tani di desa ini memiliki sejumlah program...

Batik dan Kebaya Jadi Seragam Resmi

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Momen Hari Kartini dimanfaatkan Hotel Pesonna Pekalongan untuk meresmikan sarung batik dan kebaya menjadi pakaian kerja. “Hari ini sekaligus kami resmikan mengenakan sarung...

Gaet Investor dari Kalangan Mahasiswa

SEMARANG-PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Semarang mencatat selama semester satu lalu investor di pasar modal di area Semarang dan Pantura bertambah hingga...

Serap Aspirasi Konsumen Motor Suzuki

SALATIGA-Perkembangan dan inovasi produk sepeda motor (SPM) Suzuki tidak lepas dari aspirasi dan masukan dari konsumen. Salah satunya didapatkan melalui ajang Suzuki Bike Meet...

Hendi Pastikan Genangan Banjir Teratasi

SEMARANG- Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang, Kamis (16/11) malam, menyebabkan beberapa titik tergenang air. Pemerintah Kota Semarang pun bergerak cepat melakukan penanganan. Mulai...