Mahasiswa UM Magelang Ciptakan Sistem AC Uap

225
INOVATIF : Tiga mahasiswa Prodi D3 Otomotif Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Magelang menciptakan inovasi teknologi sistem refrigerasi. (IST)
INOVATIF : Tiga mahasiswa Prodi D3 Otomotif Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Magelang menciptakan inovasi teknologi sistem refrigerasi. (IST)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Tiga mahasiswa Prodi D3 Otomotif Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang yaitu Fat Qurohman, Angga Tri, dan Agung Setyo Pambudi, menciptakan inovasi baru dalam bidang teknologi sistem refrigerasi.

Sistem refrigerasi atau yang lebih dikenal sistem pengatur suhu ruangan atau AC telah memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya terbatas untuk peningkatan kualitas dan kenyamanan hidup, namun juga telah menyentuh hal-hal esensial penunjang kehidupan manusia.

Teknologi ini banyak diaplikasikan untuk penyimpanan dan pendistribusian makanan, penyejuk udara untuk kenyamanan ruangan baik pada industri, perkantoran, transportasi, dan rumah tangga.

Bahkan, saat ini sistem AC pada kendaraan telah menjadi peralatan standar, dan baik bagi mobil pribadi maupun bus untuk meningkatkan kenyamanan berkendara.

Untuk itu, ketiga mahasiswa UM Magelang melakukan inovasi baru yang disampaikan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKMPE) yang lolos dari Ristekdikti 2018. Dan dituangkan dalam proposal berjudul “Sistem Refregerasi Kompresi Uap Menggunakan Double Katup yang Dipasang Seri.”

”Ide penelitian ini diperoleh dari permasalahan pengaruh kinerja di setiap katup ekspansi pada AC mobil. Terlihat dalam prosesnya menghasilkan tekanan dan temperatur yang akan masuk ke evaporator. Pada kenyataannya proses ekspansi refrigeran tersebut tidak mendapatkan temperatur dan tekanan yang sesuai dengan proses ekspansi,” ungkap Fat ketua panitia.

Dalam proposal yang dibimbing Bagiyo Condro Purnomo, ST, MEng tersebut Fat menyampaikan, penelitian ini merupakan temuan baru dari penelitian sebelumnya. Adapun penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan refrigeran MC-12 (Hidrokarbon) terhadap sistem AC pada mobil.

Melalui program ini diharapkan penggunaan refrigeran MC-12 dapat mengurangi dampak negatif.

“Kami berharap dengan penggunaan refrigeran MC-12 lebih ramah lingkungan dan dapat mengurangi dampak negatif dari penggunaan refrigeran, sehingga AC mobil lebih nyaman dengan temperatur yang maksimal,” ujar Fat.

Ia menambahkan pengujian dilakukan dengan cara melakukan pengecekan pada dua kali penurunan (drop pressure) yang berbeda-beda sehingga temperatur dan tekanan sama ketika mencapai evaporator. (*/vie/sct/lis)