Jembatan Sewu Kembali Dibangun

1339
BERGOYANG-Salah satu warga ketika melintas di jembatan Kalikupang, Desa Karangdadap, Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
BERGOYANG-Salah satu warga ketika melintas di jembatan Kalikupang, Desa Karangdadap, Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN-Setelah sempat mangkrak selama dua tahun, Jembatan Kalikupang yang berada di Desa Karangdadap, Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan kembali dibangun. Jembatan yang juga dikenal dengan julukan Jembatan Sewu ini menghubungkan Desa Karangdadap dengan Desa Pandansari, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang.

Nama Jembatan Sewu disematkan warga karena mereka harus membayar Rp 1.000 ketika melintasi jembatan tersebut. Uang yang terkumpul digunakan untuk biaya pemeliharaan jembatan yang terbuat dari papan kayu dan bambu. Kondisi jembatan saat ini sudah banyak yang lapuk dan bergoyang ketika dilalui kendaraan bermotor.

Lambannya pembangunan jembatan tersebut karena melibatkan dua Pemerintahan Daerah, yakni Pemkab Batang dan Pemkab Pekalongan. Sehingga perlu koordinasi dan kesepakatan bersama, agar jembatan Kalikupang bisa dibangun dan menjadi jembatan permanen.

Sebenarnya pada 2016 lalu, sudah terjadi kesepakatan dari kedua Pemkab untuk membangun jembatan tersebut. Namun pembangunan hanya berjalan 30 persen setelah rekanan pemenang proyek wanprestasi dan tidak melanjutkan pekerjaan. Diduga rekanan tidak memiliki modal keuangan yang cukup. Kini rekanan tersebut telah di-black list.

Kepala Seksi Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kabupaten Batang, Hendro Sutyono mengungkapkan, pembangunan Kalikupang dilanjutkan setelah adanya bantuan keuangan dari Provinsi Jawa Tengah. “Pada tahap awal pembangunan jembatan yang mangkrak dialokasikan anggaran Rp 6 miliar, kini untuk melanjutkan pembangunannya dialokasikan kembali Rp 3,8 miliar. Pembangunannya direncanakan selesai tahun ini,” ungkap Hendro, Minggu (19/8).

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Muhlisin, mengatakan, Jembatan Kalikupang akan dibangun permanen dengan lebar 9 meter dan panjang 22 meter. Setelah jembatan selesai, ada kemungkinan membuka rute angkutan umum dari Kabupaten Batang ke Kabupaten Pekalongan melalui jembatan tersebut.

“Dulu pernah ada pembicaraan dari Kabupaten Batang untuk dibukanya jalur angkutan umum baru yang melalui jembatan Kalikupang tersebut, karena banyak warga Kabupaten Pekalongan yang bekerja dan sekolah di Batang, demikian juga sebaliknya,” kata Muhlisin. (thd/ton)