Jefry: Jangan Menebar Fitnah!

192

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Perseteruan antara manajemen Zeus Karaoke dengan Jefry Fransiscus semakin memanas. Apalagi setelah pihak Zeus melaporkan balik Jefry ke Polda Jateng. Menanggapi laporan itu, Jefry mengingatkan kepada pengacara Zeus, Gandung Sardjito dan Tommy sebagai pelapor, untuk hati-hati menebar fitnah.

“Saya tidak mempermasalahkan laporan mereka ke Polda, karena itu hak, cuma saya hanya bisa mengingatkan hati-hati menebar fitnah dengan memutarbalikkan fakta yang sebenarnya di Zeus. Saya sudah menjelaskan sejak awal kasus ini mencuat dan nanti akan saya buka secara gamblang di pengadilan,” ujar Jefry dalam hak jawab yang dikirim ke Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut Jefry, apa yang dilaporkan ke Polda oleh Tommy dan Gandung hanya untuk membuat opini ke masyarakat kalau di Zeus itu bersih, padahal jelas-jelas penyidik Reskrim telah mengantongi barang bukti berupa bill yang masuk ke rekening Zeus. Bahkan polisi meningkatkan ke penyidikan.

“Orang yang menggunakan nona-nona di Zeus, pembayarannya masuk ke perusahaan. Polisi sudah mengantongi barang bukti dan saksi-saksi, kasusnya sudah ditingkatkan ke penyidikan, kok masih mencari-cari alasan dengan memutarbalikkan fakta,” tandas Jefry.

Jefry juga menegaskan, pengacara Zeus Karaoke, Gandung Sardjito diduga sudah membikin skenario keterangan palsu di depan penyidik Polrestabes Semarang,  hal ini dibuktikan dari dua karyawan yang merubah BAP karena tidak sesuai dengan hati nuraninya.

Sementara menanggapi kalau dirinya terlihat di CCTV masuk kamar bersama pemandu lagu dan dijadikan barang bukti, Jefry justru mempertanyakan apakah tamu-tamu yang menggunakan layanan prostitusi di Zeus akan dilaporkan semua ke polisi. “Intinya kalau ada sanksi publik karena memakai nona-nona di sana, apakah semua tamu akan dilaporkan ke polisi ? Mereka bayar lho dan uangnya masuk ke perusahaan. Dan intinya lagi apa yang disampaikan Zeus ke polisi secara tidak langsung mengakui adanya prostitusi, kok beralibi dan mengaku tidak tahu,” tandas Jefry lagi.

Jefry hanya berharap polisi yang menangani kasus ini, baik di Polrestabes maupun di Polda untuk profesional dan proporsional, tuntaskan kasus dengan membenarkan yang benar dan jebloskan ke penjara bagi yang terbukti bersalah. “Dan yang kedua, kepada pihak-pihak berwenang harapan saya masalah pajak Zeus harus jelas penyelesainnya,” harapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, manajemen Zeus Karaoke melaporkan Jefry ke Polda Jateng, Selasa (14/8). Mantan investor Zeus Karaoke ini dilaporkan atas dugaan melakukan praktik prostitusi tanpa sepengetahuan manajemen. “Yang kami laporkan Jefry sama mami A, yang diduga secara bersama-sama telah melakukan perbuatan pencarian atau kebiasaan yang dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain. Pasal yang dituduhkan 296 KUHP,” ungkap kuasa hukum Manajemen Zeus Karaoke, Gandung Sardjito, usai pelaporan di Polda Jateng.

Kuasa hukum yang juga mantan Kasatreskrim Polres Demak ini menjelaskan, kasus dugaan prostitusi Zeus Karaoke dilakukan oleh Jefry pada saat masih menanamkan sahamnya di Zeus Karaoke tersebut.

“Dia pelaku, bukan korban. Jadi, caranya Jefry terkadang menggunakan sendiri, tapi sering kali membawa teman-temannya untuk datang ke situ atau di luar, terus kontak mami A, ambil PK-nya diserahkan, bisa di situ, bisa ditempat lain. Tanpa sepengetahuan manajemen,” bebernya. (mha/aro)