Heboh Gojet Bareng setelah Makan Glotak

Dari Temu Kangen SMAPI 91 di Hotel Premiere Tegal

510
SATU ANGKATAN: Peserta temu kangen jilid 2 SMA Pius Tahun Kelulusan 1991 (SMAPI 91) berfoto bersama sebelum mengakhiri temu kangen di Hotel Premiere Tegal, Sabtu, 18 Agustus 2018. (FOTO DOK PANITIA SMAPI 91)
SATU ANGKATAN: Peserta temu kangen jilid 2 SMA Pius Tahun Kelulusan 1991 (SMAPI 91) berfoto bersama sebelum mengakhiri temu kangen di Hotel Premiere Tegal, Sabtu, 18 Agustus 2018. (FOTO DOK PANITIA SMAPI 91)

RADARSEMARANG.COM – Temu kangen jilid 2 mantan siswa-siswi  SMA Pius Kota Tagal tahun kelulusan 1991 (SMAPI 91) yang berlangsung di Hotel Premiere pada Sabtu (18/8) malam, berlangsung gayeng. Aneka jajanan khas Kota Bahari menjadi menu pembuka. Salah satunya: glotak.

APA itu glotak? Glotak adalah makanan tradisional khas Tegal, terbuat  dari gembus, dengam bumbu tumis dan kuah kaldu. Nah, kuah kaldunya sendiri terbuat dari rebusan tulang ayam atau tulang sapi. Glotak itulah yang disajikan, selain tahu aci, dawet, tahu pletok, klepon, dan makanan tradisional lainnya.

Sejumlah alumni, di antaranya,  Linawati (A2), Ester Kurnia (A2), Yuning (A2) Novita (A3.2), sibuk membagi-bagikan glotak dan jajanan lainnya kepada para  alumnus. “Glotaknya enak, tapi pedasnya bukan main,” tutur Mulyadi Inhok Hartanto (A3.2) yang datang dari Jakarta. “Enak sih, kalau saya (glotaknya) masih kurang pedas,” ucap Pinggono, alumnus yang menjadi salah satu penggagas kegiatan.

Ya, sore itu, peserta temu kangen 2 datang dengan segala  kekangenan yang membuncah. 27 tahun lamanya tidak bertemu, tak jarang di antara mereka, sudah tidak ingat nama. “Kalau sudah ketemu begini, wajahnya bisa mengenali. Tapi lupa siapa namanya,” kata Gan Bharata (A3.1) yang sukses  berkarier di jenjang militer. Maka, kehebohan pun terjadi. Saling peluk dan menanyakan kabar masing-masing, menjadi kehebohan yang tak terbendung. Seperti halnya pertemuan Gan dan Imam (A2) yang sejak bersekolah di SMP dan SMA Puis, kerap adu jotos. “Imam ini, waktu sekolah suka berantem, musuh bebuyutan, kalau berantem, dia pakai jurus kungfu,” ucap Gan disertai tawa Imam.

Elizabeth  Wijaya (A2), peserta temu kangen  datang dari Lampung mengaku sangat berkesan dengan kegiatan tersebut. Pada sesi testimoni, Elis—sapaan intimnya—menuturkan “perjuangannya” meminta izin pada sang suami untuk menghadiri temu kangen jilid 2 di Hotel Premiere Tegal.

“Waktu temu kangen yang pertama, saya ingin sekali ikut. Karena itu, ketika melihat foto-foto teman-teman bisa bertemu, foto-foto, saya kok merasa gelo, ndak bisa ikut. Karena itu, di temu kangen kedua, saya usahakan ikut,” ucap perempuan berambut panjang itu.

Masalahnya adalah, kata Elis, tidak mudah untuk mendapatkan izin dari suami. “Sampai H-2 sebelum kegaitan, saya baru izin suami, kalau mau ikut reunian SMA di Tegal. Itu pun, izin awalnya, nengok anak yang lagi kuliah di Jakarta. Puji Tuhan, suami saya  mengizinkan,” ucap Elis yang hanya sampai  kelas 2 di SMAPI.

Sebelum kegiatan dibuka, sesama alumnus banyak mengobrol. Menanyakan keluarga, istri, suami, anak berapa, kerja di mana dan sebagainya. “Biarlah acaranya molor, karena mereka masih saling meluapkan kekangenan masing-masing,” kata Pinggono, bijak.

Dan, kegiatan pun dimulai. Diawali dengan doa oleh Ony (A.2), setelah itu sambutan singkat dari Iskandar (A3.1) mewakili panitia temu kangen. “Malam ini, silakan kawan-kawan melepaskan kekangenan,  karena lama tidak bertemu. Lupakan sejenak yang di rumah, di sini kita senang-senang bertemu kawan semasa SMA,” kata Iskandar. Tak lupa, Iskandar menyampaikan terima kasih kepada penggagas kegiatan, sekaligus pelaksana kegiatan. Utamanya, kepada Pinggono, Yuning, Linawati, dan Novita. “Maupun teman-teman lain, yang tidak mungkin kami sebutkan satu per satu. Juga kepada para donator, terima kasih banyak, sehingga acara ini bisa terlaksana.”

JOGET BERHADIAH: Peserta temu kangen jilid 2 SMAPI 91 joget heboh, dengan iringan lagu-lagu dangdut. (FOTO DOK PANITIA SMAPI 91)
JOGET BERHADIAH: Peserta temu kangen jilid 2 SMAPI 91 joget heboh, dengan iringan lagu-lagu dangdut. (FOTO DOK PANITIA SMAPI 91)

Joget Berhadiah Doorprize

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 18.30, awalnya adem ayem. Peserta temu kangen hanya terlihat ngobrol dengan teman di kanan-kiri tempat duduknya. Tapi, begitu sesi joget berlangsung, suasana berubah meriah.

Effie (A3.2) alumnus bersuara merdu, tampil membawakan lagu dangdut. Effie yang didaulat menyanyikan satu album lagu, awalnya membawakan tembang: “Lagi Syanyik”, lagu sejuta umat yang populer dibawakan oleh Siti Badriah. Maka, suasana pun mendadak heboh. Peserta temu kangen, maju ke depan, joget gila-gilaan.

“Yang joget paling heboh, dapat doorprize dari panitia. Doorprize ini dipersembahkan oleh teman kita, Lenny Hong,” ucap Pinggono yang mengomando aksi joget. Yang menarik, doorprize berisi paketan pakaian dalam pria, wanita, dan kaos ketat.

Dan, lagu Lagi Syantik pun meluncur dari bibir Effie dibantu Ony. “Hei  sayangku hari ini aku syantik syantik bagai bidadari, bidadari di hatimu. hei sayangku perlakukanlah diriku seperti seorang ratu ku ingin dimanja kamu hei sayangku……”

Nana Juliana (A3.1). dengan jogetan geyal-geyol maju mundur, beradu dengan jogetan alumnus lainnya yang juga tidak kalah heboh. Ada Elizabet Wijaya, Ani Ch, Titien Anggraeni, Endang, Maya Candra, Esther, Linawati, dan lainnya. Dari alumnus pria, jogetan Gan Bharata paling mendominasi, selain Benry.

Malam itu, seolah Gan yang sehari-hari memanggul senjata, meluapkan rasa gembiranya terbebas dari tugas negara yang membebaninya. “Dari sekian banyak peserta, Gan ini orang yang paling berbahagia di temu kangen malam  ini. Dia tak lelah berjoget dan tertawa,” celetuk Iskandar yang menyebut Gan sebagai “Brigjen”.

Mendengar itu, Gan hanya tertawa. Gan justru menyebut, alumnus bernama Titien-lah,  peserta temu kangen yang  paling konsisten maju ke depan dan joget sepanjang lagu. “Coba dilihat, Titien itu joget terus ya, menyenangkan sekali melihatnya,” puji  Gan. Iskandar pun membalas komentar Gan. “Ya, asal ada musik, anak itu bawaannya joget terus. Dari temu kangen pertama, Titien sudah menyandang gelar “Ratu Panggung” hahahahaha……..”

TETAP JOGET: Peserta temu kangen jilid 2 SMAPI 91 tak lelah berjoget sepanjang lagu dangdut dinyanyikan oleh Effie, salah satu alumnus SMAPI. (FOTO DOK PANITIA SMAPI 91)
TETAP JOGET: Peserta temu kangen jilid 2 SMAPI 91 tak lelah berjoget sepanjang lagu dangdut dinyanyikan oleh Effie, salah satu alumnus SMAPI. (FOTO DOK PANITIA SMAPI 91)

Dari Kereta Malam sampai Sayangnya Via Vallen

Usai tembang Lagi Syantik berakhir, lagu dangdut Kereta Malam dan Sayang-nya Via Vallen pun meluncur. Effie yang sudah layak disebut sebagai biduan, mendendangkan dua lagu itu dengan bersemangat. Dan, lagi-lagi, kehebohan “emak-emak” SMAPI 91  terulang. “Jug ijag ijug ijak ijug…kereta berangkat…..” Di setiap tiba syair lagu itu, Pinggono membagikan doorprize. Siapa cepat, dia dapat. Maka, pemandangan mirip anak TK berebut hadiah pun tampak pada momen tembang itu. Mereka yang dapat, tentu saja bersorak kegirangan.  Yang belum beruntung, tetap mengumbar joget.

Tak kalah hebohnya, pada tembang Sayang-nya Via Vallen. Effie yang merasa suaranya sudah terkuras, meminta bantuan alumnus lain untuk nyanyi bareng.  “Sayang…opo kuwe krungu jerite atiku, mengharap engkau kembali…….”

Pada lagu ini,  pasukan joget mendadak mengoplo sendiri musiknya, dengan teriakan hokya-hokya. Jadilah suara Effie kalah bersaing dengan teriakan hokya-hokya-nya pasukan joget yang dikomandoi Nana.

MEMBAWA KENANGAN: Peserta temu kangen jilid 2 SMAPI 91 di akhir acara nenembangkan Kemesraan. (FOTO DOK PANITIA SMAPI 91)
MEMBAWA KENANGAN: Peserta temu kangen jilid 2 SMAPI 91 di akhir acara nenembangkan Kemesraan. (FOTO DOK PANITIA SMAPI 91)

Tembang Kemesraan Iringi Pungkasan Acara

Tiga jam, serasa singkat pada temu kangen jilid 2 SMAPI 91. Tawa canda mengiringi setiap momen. Apakah temu kangen akan diadakan lagi? Mereka kompak menjawab wajib digelar lagi.  Bagi mereka, ajang ini bisa meluapkan rasa kangen pada kawan-kawan masa SMA-nya.

Yuning, sang penggagas kegiatan menyampaikan keinginan alumnus lain untuk menjadi panitia. Tapi, sebagian alumnus justru menginginkan Yuning tetap menjadi koordinator, bersama Linawati, Pinggono, dan tentu saja alumnus tuan rumah: Novita.

Awalnya, Pinggono menyampaikan idenya pertemuan akan diadakan 5 tahun lagi. Tapi, peserta temu kangen menyatakan tidak setuju. Semakin sering bertemu, justru semakin baik.  Maka, keputusannya, temu kangen tetap diadakan minimal  per 2 tahun sekali. “Pertemanan sejak SMA harus dirawat, karena itu bagian dari memori bahagia kita di waktu remaja,” kata Linawati.

Di ujung acara, semua peserta kangen jilid 2 pun maju ke depan. Menyanyikan lagu Kemesraan. Sebuah lagu wajib yang biasa didendangkan menjelang pungkasan acara. “Kemesraan ini janganlah cepat berlalu….kemesraan ini ingin ku kenang selalu…”

Sambil bergantengan tangan, lagu itu meluncur. Ada rasa haru pada setiap syair lagu itu. Mereka tidak akan lagi bertemu secara fisik dalam jangka waktu dekat. Melainkan dua tahun lagi. “Hatiku damai, jiwaku tentram bersamamu….”  Jabat tangan, saling berpelukan mengakhiri pesta kerinduan malam itu.

WISATA KULINER: Sebagian peserta temu kangen jilid 2 SMAPI 91 menikmati sate kambing di Tirus, usai acara temu kangen di Hotel Premiere pada Sabtu, 18 Agustus 2018. (FOTO DOK PANITIA SMAPI 91)
WISATA KULINER: Sebagian peserta temu kangen jilid 2 SMAPI 91 menikmati sate kambing di Tirus, usai acara temu kangen di Hotel Premiere pada Sabtu, 18 Agustus 2018. (FOTO DOK PANITIA SMAPI 91)

Dilanjut Wisata Kuliner

Rupanya, kekangenan itu belum berakhir. Selepas acara, masing-masing peserta temu kangen SMAPI 91 melanjutkan ngobrol-ngobrolnya dengan berwisata kuliner. Ada yang menikmati malam Minggu dengan kongkow di sebuah kafe di CL. Ada juga yang malam-malam menikmati sate kambing di Tirus.

Rombongan alumnus Lenny Hong, Elizabeth Wijaya, Ratna, Yosephine, Sonny, Gan Bharata, Iskandar, Tan Siok Swat, dan Hadi, pilih ngobrol sambil menikmati lezatnya sate kambing Sari Mendo di Tirus. Obrolan masih seputar masa-masa SMA.  Lenny yang menjadi sang pentraktir, rupanya kerap  tidak fokus. Meski sudah nyata-nyata teman satu kelas semasa SMA, dia justru bertanya. “Emang kita pernah satu kelas ya…..?”

Pertanyaan yang diajukan ke Iskandar pun, langsung disambar oleh Gan Bharata. “Wong dia (Iskandar) dulu ketua kelas kok lupa. Lagi tidak fokus ya?” Dan, tawa pun pecah. Lenny buru-buru menjawab. “Eh iya ding. Lupa. Maaf sudah ngantuk.”

Pukul setengah satu dinihari, wisata kuliner diakhiri dengan saling jabat tangan untuk bertemu lagi dua tahun di acara serupa. Malam itu, peserta temu kangen akan membawa pulang kenangan  ke rumahnya masing-masing. Sebuah kenangan yang membekas di memori, bahwa kawan-kawan mereka, pernah menjadi bagian dari sejarah perjalanan hidupnya. (isk)