Bakar Kapal, Hormati yang Telah Meninggal

194
RITUAL ULAMBANA : Umat TITD Saat membakar replica kapal di Kelenteng Tiong Gie Tong atau Setia Budi Jalan Jagalan 48 Kota Semarang, Minggu (19/8) kematin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RITUAL ULAMBANA : Umat TITD Saat membakar replica kapal di Kelenteng Tiong Gie Tong atau Setia Budi Jalan Jagalan 48 Kota Semarang, Minggu (19/8) kematin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Ratusan umat TITD Kelenteng Tiong Gie Tong atau Cetiya Setia Budi Jalan Jagalan 48 Semarang, melakukan ritual Ulambana. Yakni, dengan membakar replica kapal di tengah Jalan Jagalan sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang sudah meninggal dunia, Minggu (19/8) kemarin.

“Kapal itu dibakar sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang sudah meninggal dunia. Dengan harapan, rohnya diantar dengan menggunakan kapal yang dibakar,” kata Ketua Yayasan Kelenteng Tiong Gie Tong atau Cetiya Setia Budi Haryanto Kalim.

Bagi warga Tionghoa, ritual Ulambana itu dilakukan setiap bulan 7 penanggalan Imlek, namun tanggalnya bisa berapa saja. Pada bulan tersebut, warga Tionghoa selalu menyempatkan untuk berdoa baik untuk arwah yang tidak ada keluarganya maupun yang ada keluarganya. “Jadi di dalam kelenteng ini, umat mendoakan warga yang tidak mempunyai keluarga atau yang mempunyai keluarga sehingga bisa tentram,” imbuhnya.

Haryanto menambahkan selain membakar replica kapal, umat juga membagikan bingkisan sembako kepada 4000 warga yang kurang mampu di wilayah Pecinan dan beberapa kelurahan yang ada di Kota Semarang. Selain itu, ritual Ulambana ini setiap tahun dirayakan di kelenteng ini. “Mereka diberi bantuan setiap tahun. Bantuan tersebut berasal dari umat yang kemudian dibagikan kepada masyarakat,” katanya. (hid/ida)