Deteksi Yodium dengan Cairan Yodina

67
GARAM BERYODIUM: Perlu teliti saat membeli garam dapur. Putih, asin belum jaminan mengandung yodium. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GARAM BERYODIUM: Perlu teliti saat membeli garam dapur. Putih, asin belum jaminan mengandung yodium. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – YODIUM merupakan salah satu mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Mineral ini sangat dibutuhkan dalam produksi hormon tiroid. Nah, hormon tiroid ini berperan dalam pertumbuhan tubuh, kontrol metabolisme, dan juga perkembangan otak bayi selama kehamilan dan awal kehidupannya. Karena itulah, mineral yodium sangat penting bagi kelangsungan hidup Anda.

Kekurangan asupan yodium dalam tubuh dapat membuat kerja tiroid menjadi lebih berat dalam menghasilkan hormon tiroid. Hal ini membuat ukuran kelenjar tiroid bisa membesar dan membengkak, seperti yang kita lihat pada orang yang menderita gondok. Kekurangan yodium pada saat kehamilan dapat mengakibatkan otak bayi tidak berkembang dengan baik. Hal ini dapat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar dan IQ anak rendah.

Lalu, bagaimana kita mengetahui garam yang kita beli mengandung yodium atau tidak? Secara aturan, garam yang dijual di pasaran harus mengandung yodium minimal 30 ppm. Untuk mengetahui berapa besar kandungan yodium dalam garam memang harus diuji di laboratorium. Namun untuk mengetahui adanya kandungan yodium dalam garam, kita bisa melakukan tes sederhana dengan yodina test kit atau test kit iodium/yodium. Alat tes cepat ini mempunyai harga yang lumayan terjangkau, pemakaiannya mudah, dan dapat memberikan hasil yang cukup akurat.

Ketua LP2K Semarang, Ngargono, menjelaskan cara penggunaan cairan yodina sangat sederhana. Kita cukup meneteskan 1-2 tetes larutan yodina test kit ke dalam garam. Kemudian, amati perubahan yang terjadi. Jika warna garam berubah menjadi keunguan (agak kebiruan), artinya garam tersebut mengandung yodium. Semakin pekat perubahan warna garam, maka kandungan yodium dalam garam semakin besar. “Namun jika tetap berwarna putih, kemungkinan besar garam tidak memiliki kadar yodium,” katanya.

“Cara kedua dengan alat khusus, namun alatnya belum banyak. Nah di sini harapan kami setiap puskesmas ataupun kelurahan bisa punya alat ini, tujuannya agar bisa melakukan seleksi garam yang layak untuk dikonsumsi,” tambahnya. (den /aro)