AKRAB: Gubernur Ganjar Pranowo menyalami mantan Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih dan Wakil Gubernur Jateng terpilih Taj Yasin Maimoen usai upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73 di Lapangan Pancasila Semarang, Jumat (17/8). (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)
AKRAB: Gubernur Ganjar Pranowo menyalami mantan Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih dan Wakil Gubernur Jateng terpilih Taj Yasin Maimoen usai upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73 di Lapangan Pancasila Semarang, Jumat (17/8). (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Upacara bendera peringatan hari kemerdekaan Indonesia mengingatkan pada perjuangan meraih dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Meski sudah 73 tahun merdeka, perjuangan bangsa Indonesia dinilai belum selesai. HR Haryono, veteran yang turut menjadi pasukan tentara pelajar mengatakan, perjuangan jangan sampai berhenti begitu saja. Setelah kemerdekaan, tantangan justru semakin berat. Sampai kapan pun perjuangan harus tetap dilakukan untuk mencapai cita-cita dan menghindari ancaman negara.

”Pesan kami pada anak sekarang, pemuda, semangat juang jangan sampai luntur. Selama masih hidup, tetap berjuang,” pesan veteran 89 tahun yang terlibat dalam pertempuran lima hari di Semarang ini.

Bambang Soetrisno, teman seperjuangannya, mengaku kecewa dengan kondisi saat ini. Sebab, kemerdekaan bangsa Indonesia masih diwarnai kasus korupsi dan penyalahgunaan narkoba. ”Mudah-mudahan pada sadar demi kejayaan Indonesia,” ujar Bambang, yang sempat terlibat dalam perjuangan di Kedu, Banyumas.

Selain korupsi dan narkoba, ada pula hal yang menurutnya harus dilawan. Yakni, paham antikebhinekaan. Paham ini dianggapnya berbahaya. Sehingga, ia meminta kepada siapapun untuk waspada agar tidak terpeleset ke dalamnya.

”Semangat kebersamaan, harus selalu dijaga. Kita harus tegakkan Pancasila dan NKRI. Kita harus terus berjuang melawan semua itu,” katanya usai mengikuti upacara bendera di Lapangan Pancasila Semarang, Jumat (17/8) kemarin.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak seluruh masyarakat untuk berjuang melawan upaya menebar kebencian, fitnah, serta penyebaran hoaks, karena perbedaan. Ia mengatakan, sudah seharusnya keragaman diterima sebagai keniscayaan. Karena perbedaan, apapun bentuknya merupakan berkah alam yang di dalamnya justru selalu ada keindahan.

”Sudah seharunya kita meneladani nilai-nilai kejuangan para pahlawan dalam kehidupan nyata. Praktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Punya unggah ungguh dalam pergaulan, toleran dalam bermasyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, perjuangan jangan sampai terhenti. Perjuangan juga masih dilakukan hingga sekarang. Ia contohkan perjuangan yang akan dilakukan para atlet di Asian Games. Para pejuang olahraga, akan bertarung habis-habisan demi nama harum dan harga diri bangsa. ”Meski tidak diselenggarakan di Jawa Tengah, tetapi kita tetap ikut bangga. Kita dukung dan sukseskan kegiatan olahraga multieven antar negara Asia ini,” katanya.

”Kita berikan semangat kepada para pejuang olahraga bangsa. Tunjukkan kepada dunia bahwa kita adalah tuan rumah yang baik dan sekaligus mampu menorehkan prestasi membanggakan,” tandasnya. (sga/aro)