Sepasang Sepatu Berat 2 Kg, Sempat Dikomplain Anak Istri

Yosaphat Bita Logam, Kolektor Sepatu Bergaya Gothic dan Rock dari Spanyol

198
TIDAK MURAH: Yosaphat Bita Logam memerkan sebagain koleksi sepatunya berjenis boots merek New Rock. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TIDAK MURAH: Yosaphat Bita Logam memerkan sebagain koleksi sepatunya berjenis boots merek New Rock. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Setiap orang tentu memiliki hobi. Seperti halnya dengan Yosaphat Bita Logam yang punya hobi mengkoleksi sepatu. Bedanya, pria yang akrab disapa Logam ini memiliki koleksi sepatu boots yang bergaya gothic dan rock dan langsung diimpor dari luar negeri. Masalah harga jangan ditanya, sepatu koleksinya tersebut mayoritas di atas Rp 3 juta, seperti apa?

ADENNYAR WYCAKSONO

BAGI Logam, sepatu bukan hanya sebagai pelindung kaki semata. Menurutnya, sepatu bisa menunjang penampilan hingga menunjukkan karakter pemakainya. Dari situlah, pria kelahiran Jogjakarta, 4 Desember 1976 ini memilih sepatu impor dengan merek New Rock yang biasa dipakai musisi papan atas, seperti Andi Rif, Kotak, Dewa 19 dan Judika.

Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Logam mengatakan, jika hobinya mengoleksi sepatu bergaya rocker dan gothic dimulai sejak 18 tahun lalu. Selain unik karena banyak pernak-pernik seperti gasper, duri, besi dan tingginya yang sampai di bawah lutut, tentu sangat menarik perhatian bagi orang-orang di sekitarnya.

“Awal mula sih saya suka dandanan gothic mulai dari baju, aksesoris gelang, kalung sampai percing. Waktu itu belum kepikiran sepatu, karena memang harganya tidak murah, maklum saat itu masih kuliah,” katanya.

Semasa kuliah, Logam muda selalu memendam hasrat untuk membeli sepatu impiannya. Sayang, saat itu tidak kesampaian, akhirnya selepas kuliah dan bekerja, Logam pun langsung mewujudkan impiannya dengan membeli sepatu New Rock pertamanya. Tepatnya pada 2000an, ia membeli sepatu New Rock seharga Rp 3 juta. “Saat itu saya beli online dan barangnya impor. Meski mahal karena pengin dan sudah ngebet lama akhirnya saya beli,” ujar Outlet Manager Kyu-Kyu Semarang ini.

Sepatu New Rock sendiri memang memiliki karakteristik yang unik, khususnya untuk sepatu bootsnya. Selain desainnya yang berbeda dengan yang lainnya dengan ornamen besi, duri gasper dan hak tinggi. Sepatu ini pun sangat berat. Sepasang sepatu ini bisa memiliki berat total sampai 2 kilogram lebih. “Ya, memang berat, tapi untuk memakainya nggak ada trik khusus karena dipakai memang nyaman dan cukup ringan sih kalau menurut saya,” katanya.

Ornamen dan gaya gothic pun pelan-pelan ia tinggalkan, karena tuntutan pekerjaan. Namun tidak dengan sepatu boots. Alasannya, dengan menggunakan sepatu bergaya gothic ataupun rocker tersebut, malah membuatnya lebih elegan, stylish dan tambah garang.  Saat ini, jumlah koleksinya mencapai 10 buah dengan harga yang paling mahal sekitar Rp 7 jutaan. “Macem-macem kalau bentuk, sesuai dengan serinya, yakni pendek, setengah lutut dan selutut,namun jenisnya tetap boots,” tuturnya.

Sepatu tersebut sebagian disimpan di lemari kaca dan tertata rapi. Sebegian lagi Logam gunakan untuk aktvitas sehari-hari. Karena menggunakan bahan kulit byson, Logam pun setiap hari rajin merawat sepatu kesayangannya dengan cara menyemir. Tujuannya agar sepatu tidak gampang terkena jamur, tetap awet dan tetap mengkilat. “Beda banget perawatannya, karena impor dari Spanyol dan menggunakan kulit byson bukan kulit sapi, harus rajin disemir agar tidak jamuran apalagi kalau jarang dipakai,” paparnya.

Menghabiskan uang jutaan rupiah hanya untuk sepasang sepatu, tak jarang Logam mendapatkan komplain dari anak dan istrinya. Meski begitu, Logam tetap nekat melanjutkan hobinya meski terkadang mendapatkan tentangan dari orang-orang terdekatnya. Sekitar Maret lalu, Logam kembali membeli sepatu boots. Saa itu, ia harus merogok kantong sebesar Rp 4 juta untuk membeli sepatu boots pendek yang diincar sejak awal tahun.

“Dikasih pengertian aja sih, karena memang suka dan nyaman. Pernah dilarang, saya tetap beli dan nggak bilang, pas barangnya sudah nyampai kan ngga bisa dikembalikan, itu salah satu trik saya agar dibolehin beli,” ucapnya sambil tertawa.

Ia mengaku mengoleksi sepatu boots New Rock bukan sekadar hobi, melainkan bisa menampilkan personality dan karakternya. Bahkan Logam punya rencana untuk menambah koleksinya jika memang pabrikan sepatu asal Spanyol itu me-launching produk terbaru. “Sepatu bagi saya mewakili karakter orang ya, selain itu orang-orang sekitar saya bilang kalau sepatu New Rock atau boots gothic ya pasti Logam. Malah jadi ciri khusus bagi saya,” katanya. (*/aro)