Napi Rutan Rowobelang Ekspresikan Diri

1290
KREATIF : Walaupun terpenjara secara fisik, warga Binaan Rutan Batang tetap bisa bebas merdeka berkekspresi lewat seni. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
KREATIF : Walaupun terpenjara secara fisik, warga Binaan Rutan Batang tetap bisa bebas merdeka berkekspresi lewat seni. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Kemeriahan Dirgahayu Republik Indonesia (RI) begitu terasa di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Rowobelang, Batang, Jumat (17/8). Sebanyak 172 narapidana (napi) mengekspresikan diri di Hari Kemerdekaan ke 73 RI.

Kreativitas para napi dituangkan dalam bidang seni, baik bernyanyi maupun melukis. Uniknya para napi pria melukis pahlawan dan kisah perjuangan dengan media karung goni. Hasil lukisan kemudian dipajang secara menyambung hingga sepanjang 73 meter di dinding rutan. Hal tersebut sebagai bentuk terimakasih atas perjuangan bangsa Indonesia.

Lukisan tersebut menggambarkan penjajahan, mulai bangsa Portugis, Belanda tokoh-tokoh perjuan di era kolonialisme seperti Diponegoro dan pahlawan dari nusantara, hingga masa penjajahan Belanda, Jepang, Perang kemerdekaan dan diakhiri dengan lukisan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

“Walaupaun secara fisik kami di sini (penjara) namun kami bebas dan merdeka untuk berekspresi,” ucap Kordinator Pameran lukisan Warga Binaan Rowobelang Iwan Setiawan.

Napi kasus narkoba ini, mengatakan, dengan melukis bersama akan terjalain persatuan dan kesatuan untuk saling bekerjasama melakukan kegiatan yang positif. Karena selam ini, di Lapas maupun Rutan sering ada gap antar penghuni. Dengan kerjasama dan berkesian bersama, akan melunturkan jarak tersebut.

“Kegiatan ini merupakan ide bersama untuk memberikan sesuatu di hari yang spesial di HUT RI, yang sederhana murah tapi memilki nilai seni,” kata napi akan bebas dalam waktu tiga bulan lagi, ini.

Sementara itu, Kepala Rutan Rowobelang Batang M Ilham Agung Setyawan mengatakan, sengaja dipilih tema pahlawan – pahlawan nasional agar warga binaan lebih memahami perjuangan.

“Nantinya hasil lukisan ini akan kami serahkan ke Pemerintah Batang untuk dipamerkan di ruang publik,” ucap Ilham dihadapan Wakil Bupati Batang. Ilham menambahkan, dari 172 napi yang mendapat remisi, 6 diantaranya langsung bebas.

Wakil Bupati Batang Suyono sangat mengapresiasi hasil karya seni lukis dan ekonomi kreatif dari warga binaan Rutan Rowobelang, mereka memiliki talenta seni yang sangat luar biasa yang mampu mengeksplorasi apa yang ada di pikiran.

“Karya seni ini sangat bagus dan patut diapresiasi, Kepala Rutannya yang mampu membina warga binaanya untuk berkarya seni yang tak ternilai harganya,” ucap Suyono salut. (han/zal)