33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Mochicari, Inovasi Olahan Carica Mahasiswa Untidar

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Terobosan baru dilakukan untuk mengolah buah carica. Jika biasanya carica hanya dijadikan menjadi manisan dan keripik, kini carica dapat dikombinasikan dengan mochi. Umumnya mochi hanya berisi kacang dan coklat, namun di tangan tim PKM-K Mochicari yang didanai Kemenristekdikti, bisa menggabungkan antara makanan populer dan makanan daerah yaitu mochi yang berisi selai carica.

Tim PKM-K Mochicari Universitas Tidar (Untidar) terdiri dari Rihmayati Aisah (S1 Agroteknologi), Shara Thaharah Ningsih (S1 Agroteknologi), Farahifa Risdana Putri (S1 Agroteknologi), Laili Hidayani (S1 Pendidikan IPA) dan Oktaviani Sri Rahayu (S1 Bahasa Inggris).

Buah carica asal Wonosobo ini mengandung vitamin A, B, B kompleks, C, dan E untuk penangkal sinar UV. Manfaat utamanya adalah melancarkan proses pencernaan karena mengandung serat tinggi. Produk mochicari memiliki cita rasa yang antimainstream, karena perpaduan ini menghapus mindset masyarakat yang menganggap olahan carica hanya dalam bentuk manisan.

Keunggulan dari produk Mochicari dari mochi yang lain adalah, isinya selai carica. Maka orang yang memakan mochicari akan merasakan dua sensasi yaitu sensasi Jepang dan Wonosobo. “Produk Mochicari ini harus ada tulisan asli Wonosobo, supaya orang yang membeli, tahu bahwa ini khas Wonosobo. Nggak usah ngomong lagi dari Wonosobo, ini rasanya enak. Buatlah kemasan yang lebih tradisional, karena Wonosobo mempunyai makanan khas yang disukai turis. Jadi jika belum membawa Mochicari berarti belum ke Wonosobo,” pesan Kabid Pemberdayaan Kemenpora Dr Ir Sutrija ketika ditemui di acara seminar kewirausahaan di Universitas Tidar belum lama ini.

Inovasi olahan Mochicari ini dapat menjadi salah satu oleh-oleh khas negeri di atas awan. Di sisi lain, pendapatan petani carica juga akan meningkat. Karena minat wisatawan akan buah carica dapat diterima pasar. (*/sct/lis)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bank Wakaf Mikro Ditambah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pengembangan bank wakaf mikro. Hal ini sebagai salah satu alternative dalam menyalurkan dana pinjaman bagi masyarakat, sehingga...

Durasi Waktu Puasa di Daerah Kutub

Pertanyaan: Assalamualaikum Wr Wb Bapak Kiai Ahmad Izzuddin yang saya hormati, saya ingin menanyakan tentang suatu hal yang berkaitan dengan Durasi Waktu di daerah kutub,...

Nobatkan Semarang Kota Cerdas

SEMARANG-Kota Semarang dinobatkan sebagai salah satu Kota Cerdas di Indonesia tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan setelah pemerintah pusat melakukan survei rating kota cerdas terhadap...

Manajemen @Hom Sambangi Rumah Aira

SEMARANG –  Hotel @Hom Semarang menyambangi Yayasan Rumah Aira yang ada di Kelurahan Tandang Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR)...

Lebih Mudah

Ahmad Yani (46 Tahun) saat makan bersama dengan keluarga di rumahnya jalan Kampung Ngembun RT 02 RW 05 Kelurahan Mlati Baru Kota Semarang, 23/11/2017....

Dilengkapi Sensor Jarak, Klaim Lebih Efisien dari Tongkat

Empat mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menciptakan jaket khusus tunanetra. Jaket berwarna merah menyala ini diberi nama Jetnet, singkatan dark Jaket Tunanetra. Seperti apa? AJIE...