Gelak Tawa saat Wali Kota Lomba Makan Kerupuk

1152
LOMBA PITULASAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat lomba makan kerupuk bersama Dandenpom IV/5 Semarang Letkol CPM Drs Muhammad Yusuf, dan Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi. (bawah) Warga Barusari, Semarang Selatan menggelar upacara bendera di Plered, Sungai Banjir Kanal Barat. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LOMBA PITULASAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat lomba makan kerupuk bersama Dandenpom IV/5 Semarang Letkol CPM Drs Muhammad Yusuf, dan Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi. (bawah) Warga Barusari, Semarang Selatan menggelar upacara bendera di Plered, Sungai Banjir Kanal Barat. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG
ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG- Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 di Balai Kota Semarang berlangsung meriah. Selain digelar upacara bendera dengan inspektur upacara Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, juga diadakan sejumlah lomba khas pitulasan. Lomba diikuti Wali Kota Semarang, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, Dandim 0733/BS Kota Semarang Kolonel Inf M Taufiq Zega, Dandenpom IV/5 Semarang Letkol CPM Drs Muhammad Yusuf, dan Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi. Tak ketinggalan tamu undangan dari perwaklilan negara sahabat di Kota Semarang mulai dari Belanda, Perancis, Belgia, serta Australia.

“Ini mereka kita ajak untuk bisa merasakan situasi perayaan kemerdekaan di Indonesia dengan permainan khasnya juga,” ungkap Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, Jumat (17/8).

Gelak tawa mewarnai pelaksanaan lomba-lomba, terlebih untuk perwakilan negara luar yang baru pertama kali mengikuti perlombaan seperti lomba makan kerupuk hingga lomba menggulung stagen. Salah satunya saat perwakilan Kerajaan Belanda, AJB Van Der Klugt yang kelihatan kebingungan saat akan menggulung stagen.

Suasana perlombaan berlangsung meriah, seluruh tamu undangan yang hadir membaur dalam tawa di setiap perlombaan. Suasana persaudaraan begitu terasa dalam kesempatan itu. Bahkan, Hendi pun tak bisa menahan tawa melihat para perwakilan negara asing tampak kesulitan untuk menggigit kerupuk yang digantung.

Selain perlombaan, sebuah produk inovasi asli karya Kota Semarang juga dipamerkan oleh Wali Kota di sela-sela kegiatan peringatan HUT RI ke 73. Sejalan dengan tema “Kerja Kita Prestasi Bangsa”, sebuah prototip kendaraan roda tiga bertenaga listrik yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan otomotif di Kota Semarang. “Nama project ini adalah Tiga Roda Indonesia, kalau saya boleh sebut sih ini Becak 2.0 atau Becak Next Generation. Karena prinsip kendaraannya sama, yaitu rodanya tiga dan muatannya tiga orang, satu yang mengemudi, dua penumpangnya,” jelas Hendi.

Kendaraan roda tiga tersebut dominan berwarna putih dengan logo Semarang Hebat. Hendi menjelaskan, saat ini project tersebut masih dalam tahap pengembangan, sehingga belum dapat langsung dipergunakan dalam waktu dekat. Becak 2.0 tersebut rencananya diproyeksikan untuk kendaraan wisata di Kota Semarang.

“Hari ini masih dalam tahap kita perkenalkan dulu, karena masih ada beberapa teknologi yang harus dikembangkan, serta beberapa regulasi yang harus diurus untuk bisa benar-benar dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Terpisah, ratusan warga di wilayah RW IV dan V Kelurahan Barusari, Kecamatan Semarang Selatan memperingati hari Kemerdekaan RI ke-73 di pulau buatan Pleret, kawasan Banjir Kanal Barat (BKB). Upacara diikuti warga, siswa sekolah serta kelompok PKK. Mereka sangat antusias mengikuti upacara dengan inspektur upacara Lurah Barusari, Widayana.

Widayana mengatakan, upacara tersebut baru kali pertama dilaksanakan di tempat itu. Harapannya, kegiatan tersebut rutin digelar setiap tahun.

“Upacara ini usulan dari RT dan RW untuk mengangkat event-event di Banjir Kanal Barat. Ke depannya warga berharap tempat ini bisa menjadi objek wisata. Selama ini Plered menjadi tempat memancing warga,” katanya. (tsa/hid/aro)