13.133 Napi dan Tahanan Terima Remisi

211 Napi Langsung Bebas

253
TERIMA REMISI: Napi kasus narkoba Jean Jacqueline Felicia Luhulima mendapat remisi 4 bulan. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERIMA REMISI: Napi kasus narkoba Jean Jacqueline Felicia Luhulima mendapat remisi 4 bulan. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sebanyak 13.133 narapidana di Jateng menerima remisi atau pengurangan masa tahanan saat HUT Kemerdekaan RI ke-73, kemarin. Penyerahan remisi dilakukan secara simbolis di Aula Lapas Klas 1, Kedungpane, Semarang, Jumat (17/8). Mereka yang menerima remisi terdiri atas 10.201 orang napi dan 2.932 orang tahanan. Sedangkan sesuai golongan terdiri atas 6.133 remisi umum I (narapidana setelah mendapat remisi masih harus menjalani sisa pidana), dan 211 remisi umum II (narapidana setelah mendapat remisi langsung bebas).

“Pemberian remisi ini sesuai Undang-Undang Nomor 12 tahun 1995 tentang pemasyarakatan pasal 14 huruf i. Kemudian Keputusan Presiden Nomor 174 tahun 1999 tentang remisi,”kata Kepala Kanwil Kemenkum dan HAM Jateng, Dewa Putu Gede.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkum dan HAM Wilayah Jawa Tengah, Heni Yuwono, menambahkan, untuk napi kasus tindak pidana korupsi yang memperoleh remisi sebanyak 24 orang. Kemudian napi kasus tindak pidana teroris sebanyak 10 orang. Sedangkan, perkara tindak penyalahgunaan narkotika sebanyak 1.469 orang, dan tindak pidana khusus lainnya sebanyak 81 napi.

Dikatakan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar bisa diusulkan memperoleh remisi. Ia mencontohkan, napi atau tahanan kasus korupsi harus sudah memenuhi kewajiban membayar denda serta uang pengganti kerugian negara sebelum memperoleh remisi.

“Kalau denda dan uang penggantinya sudah dibayar, baru bisa diusulkan. Kalau untuk tindak pidana terorisme harus sudah mengikuti program deradikalisasi dan mengakui NKRI, jadi sudah ada surat penyataannya, baru bisa diusulkan memperoleh remisi,”jelasnya.

Dua narapidana yang secara simbolis menerima remisi tersebut langsung mengungkapkan kegembiraan dan rasa syukurnya. Keduanya adalah Jean Jacqueline Felicia Luhulima, terjerat perkara narkotika dan Tri Agus Waluyo terjerat perkara laka lantas.

Ditemui usai penyerahan remisi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Jean Jacqueline Felicia Luhulima mengakui, kalau dirinya mendapat remisi 4 bulan. Sedangkan vonis pidana yang dijalaninya 5 tahun subsider 2 bulan. “Saya senang atas remisi ini, apalagi saya sudah menjalani 3,5 tahun karena kasus narkotika. Kalau kesibukan di lapas paling banyak melukis, main musik dan membatik. Saya suka seni apapun, saya juga jadi personil band Pasnita,”kata Jean, yang mendekam di Lapas Wanita Bulu Semarang ini.

Ia sendiri sudah mempersiapkan diri apabila bebas. Nantinya ia akan memulai hidup baru dari nol. Ia menegaskan, tidak akan mendekati narkotika. Ia mengaku awalnya hanya pengguna, saat itu ia diminta sahabatnya yang sedang ditahan di Polda Metro Jaya untuk membawakan sabu, namun karena polosnya dan tidak mengetahui seluk beluk penjara, ia mengiyakan dan membawanya.

“Waktu itu, teman saya minta tolong untuk membawakan sabu pas jenguk, tapi saya memang pengguna, semua awalnya karena iseng, jadi saya bukan bandar. Dulu bawa 3,5 gram,”jelas wanita kelahiran, 13 Juli 1992 ini. (jks/aro)